Riau
(Kemenag)- Agama mengajarkan nilai-nilai penting kemuliaan hidup, di antaranya,
untuk mengembangkan kedamaian dan kerukunan hidup antarsesama.
Hal
tersebut ditegaskan Plt Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Riau, Rahmat Suhadi saat membuka sekaligus memberikan kata
sambutan pada Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi
Beragama Khonghucu, Rabu (4/9/2024) di Aula
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis.
Dalam kegiatan yang ditaja oleh fungsi Ortala dan
KUB Kanwil Kemenag Riau, Rahmat Suhadi menekankan, bahwa semua agama yang ada
di Indonesia termasuk Khonghucu difasilitasi oleh Negara, untuk itu jangan sampai
ada pihak yang membeda-bedakan pelayanan kepada umat beragama.
“Perbedaan ada harmoni, keindahan dan saling
melengkapi. Untuk itu, jangan mempertajam perbedaan tapi perbanyak persamaan
karena Negara saja tidak membeda-bedakan pelayanan kepada umat beragama, jadi
kenapa kita harus melakukan pembedaan,” ucapnya.
Lebih lanjut Rahmat mengatakan, Moderasi Beragama
bukan memoderatkan agama, karena agama sudah moderat. Agama sudah mengandung
prinsip-prinsip yang adil dan berimbang.
“Yang perlu dimoderasi adalah sikap dan cara
pandang umat dalam beragama di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
“Silahkan meyakini agama dan menjalankan ajaran
dengan sebaik-baiknya, namun jangan lupa tetap menghargai dan memberikan ruang
untuk keyakinan dan ajaran agama yang dijalankan orang lain. Prinsipnya adalah
menghargai dan tidak merendahkan orang lain agar kerukunan antar dan inter umat
beragama dapat terbina dengan baik sehingga sikap radikalisme dan intoleran
tidak berkembang di kabupaten Bengkalis,” tambah Rahmat.
Sementara itu Ketua Tim Organisasi Tata Laksana dan
Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Riau, Gana Radguna dalam laporannya
menyampaikan, kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama
Khonghucu diikuti oleh 20 orang umat Khonghucu Bengkalis.
Menghadirkan pemateri kegiatan Ketua Majelis Tinggi
Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN)
Provinsi Riau Djalius dan Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten
Bengkalis A Tong.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikam
konsep mederasi beragama Agama Khonghucu dengan peserta umat Khonghucu di Kabupaten
Bengkalis,” ucapnya.
Hadir dalam kegiatan Kakankemenag Bengkalis diwakili Kasubbag Tata Usaha H. Zulkarnaen, Kepala Seksi dan Penyelenggra di lingkungan Kemenag Bengkalis serta tim Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Riau. (*)
