0 menit baca 0 %

Harmonisasi Umat, Plt Kabag TU Buka Dialog Kerukunan Intern Beragama Khonghucu di Bengkalis

Ringkasan: Riau (Kemenag)- Agama mengajarkan nilai-nilai penting kemuliaan hidup, di antaranya, untuk mengembangkan kedamaian dan kerukunan hidup antarsesama.Hal tersebut ditegaskan Plt Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Rahmat Suhadi saat membuka sekaligus memberikan kata...

Riau (Kemenag)- Agama mengajarkan nilai-nilai penting kemuliaan hidup, di antaranya, untuk mengembangkan kedamaian dan kerukunan hidup antarsesama.

Hal tersebut ditegaskan Plt Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Rahmat Suhadi saat membuka sekaligus memberikan kata sambutan pada Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama Khonghucu, Rabu (4/9/2024)  di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis.

Dalam kegiatan yang ditaja oleh fungsi Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Riau, Rahmat Suhadi menekankan, bahwa semua agama yang ada di Indonesia termasuk Khonghucu difasilitasi oleh Negara, untuk itu jangan sampai ada pihak yang membeda-bedakan pelayanan kepada umat beragama.

“Perbedaan ada harmoni, keindahan dan saling melengkapi. Untuk itu, jangan mempertajam perbedaan tapi perbanyak persamaan karena Negara saja tidak membeda-bedakan pelayanan kepada umat beragama, jadi kenapa kita harus melakukan pembedaan,” ucapnya.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan, Moderasi Beragama bukan memoderatkan agama, karena agama sudah moderat. Agama sudah mengandung prinsip-prinsip yang adil dan berimbang.

“Yang perlu dimoderasi adalah sikap dan cara pandang umat dalam beragama di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

“Silahkan meyakini agama dan menjalankan ajaran dengan sebaik-baiknya, namun jangan lupa tetap menghargai dan memberikan ruang untuk keyakinan dan ajaran agama yang dijalankan orang lain. Prinsipnya adalah menghargai dan tidak merendahkan orang lain agar kerukunan antar dan inter umat beragama dapat terbina dengan baik sehingga sikap radikalisme dan intoleran tidak berkembang di kabupaten Bengkalis,” tambah Rahmat.

Sementara itu Ketua Tim Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Riau, Gana Radguna dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama dan Moderasi Beragama Khonghucu diikuti oleh 20 orang umat Khonghucu Bengkalis.

Menghadirkan pemateri kegiatan Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia  (MATAKIN) Provinsi Riau Djalius dan Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Bengkalis A Tong.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikam konsep mederasi beragama Agama Khonghucu dengan peserta umat Khonghucu di Kabupaten Bengkalis,” ucapnya.

Hadir dalam kegiatan Kakankemenag Bengkalis diwakili Kasubbag Tata Usaha H. Zulkarnaen, Kepala Seksi dan Penyelenggra di lingkungan Kemenag Bengkalis serta tim Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Riau. (*)