Pinggir (Kemenag) – Masa remaja adalah fase penuh warna. Di satu sisi, remaja memiliki potensi luar biasa dalam berkarya dan berprestasi, namun di sisi lain, mereka juga rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan, pergaulan bebas, hingga tantangan besar dari derasnya arus digitalisasi. Menyadari pentingnya pendampingan yang tepat pada fase krusial ini, KUA Pinggir melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali hadir memberikan pembinaan di sekolah.
Pada Sabtu, 27 September 2025, BRUS digelar di MTsS Nur Ilham Pinggir dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Pinggir, Yessi Novrianty, S.Pd, sebagai narasumber utama. Tema yang diangkat adalah “Dinamika Remaja”, sebuah topik yang sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala MTsS Nur Ilham, Azwarsyah, S.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pihak sekolah dan KUA Pinggir dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada siswa.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan BRUS ini. Anak-anak kita berada pada masa transisi yang rentan dengan berbagai pengaruh. Kehadiran penyuluh agama di sekolah menjadi ikhtiar penting agar mereka mendapat bimbingan yang benar, sehingga tumbuh menjadi remaja berilmu sekaligus berakhlak,” ungkap Azwarsyah.
Dalam sesi penyampaian materi, Yessi menjelaskan bahwa masa remaja adalah periode pencarian jati diri, yang jika tidak diarahkan dapat menimbulkan masalah serius. Karena itu, remaja perlu dibimbing agar mampu mengelola dinamika emosional, pengaruh pergaulan, dan derasnya arus teknologi dengan landasan iman.
“Remaja boleh mengikuti perkembangan zaman, aktif di media sosial, bahkan berprestasi dengan teknologi. Tetapi semua itu harus dikawal dengan nilai Qur’ani. Jangan sampai kemajuan membuat kita kehilangan akhlak,” jelas Yessi.
Ia juga mengajak para siswa untuk lebih bijak memilih teman, menahan diri dari pergaulan negatif, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam mengambil keputusan sehari-hari.
Suasana BRUS semakin hangat dengan adanya interaksi aktif dari siswa. Mereka mengajukan pertanyaan seputar cara menghadapi tekanan teman sebaya, menjaga fokus belajar di tengah gawai, hingga strategi tetap konsisten dalam beribadah.
Di akhir kegiatan, Kepala MTsS Nur Ilham, Azwarsyah, S. Pd. I., kembali menegaskan apresiasinya terhadap KUA Pinggir.
“Kami berterima kasih kepada KUA Pinggir, khususnya Ibu Yessi Novrianty yang sudah memberikan pembinaan. Materi ini sangat bermanfaat untuk anak-anak kami yang sedang berada di masa pencarian jati diri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KUA Pinggir, R. Hadi Peratama Jaya, S.H., Menegaskan bahwa BRUS adalah bentuk nyata komitmen KUA dalam mencetak generasi Qur’ani.
“BRUS bukan sekadar agenda rutin, tapi merupakan ikhtiar membangun generasi muda agar siap menghadapi tantangan zaman dengan akhlak mulia. Kita ingin remaja Pinggir tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang tangguh dan berprestasi,” tegasnya.
Dengan terlaksananya BRUS di MTsS Nur Ilham ini, diharapkan para siswa mampu memahami dinamika yang mereka hadapi, sekaligus menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat jati diri Islami. Sinergi antara KUA Pinggir dan madrasah juga akan terus diperkuat agar pembinaan serupa bisa dilakukan secara berkesinambungan.