Kampar ( Humas )--Memperingati Hari Lahir Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) yang pertama, salah satu program prioritas Pemerintah terhadap tugas Penyuluh Agama dan penghulu adalah "Pelestarian Lingkungan Hidup" sebagaimana dalam SE Menteri Agama RI Nomor 2 tahun 2024. Penyuluh Agama dan Penghulu bersama Kepala Kantor Urusan Agama Kec. Kampar Rahmat, S.Pd.I, MH melakukan Gerakan Tanam Sejuta Pohon, Senin, 3/6/2024 di halaman Kantor Urusan Agama Kec. Kampar
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KUA Kec. Kampar Rahmat, S.Pd.I, MH para penyuluh agama. Islam , Penghulu dan Honorer
Acara ini dimulai dengan penanaman pohon Mangga Harum Manis oleh Kepala KUA Kecamatan Kampar. Tindakan simbolis ini menjadi penanda dimulainya gerakan tanam pohon yang kemudian diikuti oleh para penyuluh agama, penghulu dan lainnya Mereka secara serentak menanam berbagai jenis pohon seperti manggis, lengkeng dan jambu
Ketua Penyuluh Agama Kec. Kampar Muhammad Jihadul Ihsan menyampaikan bahwa IPARI merupakan salah satu wadah bagi para Penyuluh Agama untuk meningkatkan profesionalitas dalam melaksanakan tugasnya.
"IPARI menjadi wadah dalam peningkatan profesionalitas bagi para Penyuluh Agama Islam khususnya di Kecamatan Kampar, agar eksistensi penyuluh sebagai ujung tombak di Kementerian Agama menghadirkan kemaslahatan," katanya.
selanjutnya Jihadul juga menambahkan bahwa menanam pohon sebagai langkah nyata dalam mengatasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup dan mendukung percepatan rehabilitasi hutan dan lahan. "Rawatlah bumi untuk kelangsungan generasi," ungkapnya.
Sementara Ka. KUA Kec. Kampar, Rahmat, S.Pd.I, MH mengatakan Menanam pohon adalah ibadah yang menjadi kebaikan serta memberi manfaat untuk alam dan makhluk lainnya ."Maka teruslah menanam dan memelihara pohon untuk keselamatan bumi yang lebih baik," ujarnya.
Gerakan tanam sejuta pohon ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya pelestarian lingkungan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam, ungkap Rahmat ( Fatmi/Cici/Ags )