Hijrah Momentum Kebangkitan Umat Islam
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Peristiwa Hijrah yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad saw beserta para sahabatNya 1433 tahun yang lalu, adalah momentum kebangkitan umat Islam. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa 13 tahun Nabi Muhammad saw berdakwah dan menyampaikan ajaran Islam kepada penduduk Makkah, nam...
Rokan Hulu (Humas)- Peristiwa Hijrah yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad saw beserta para sahabatNya 1433 tahun yang lalu, adalah momentum kebangkitan umat Islam. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa 13 tahun Nabi Muhammad saw berdakwah dan menyampaikan ajaran Islam kepada penduduk Makkah, namun dakwah Islamiyah itu kurang mendapat perhatian dan tanggapan dari masyarakat.
Penduduk Makkah, bukan hanya menolak ajaran yang dibawaNya, tetapi bahkan memusuhi dan berusaha membunuhnya. Berbeda dengan ketika hijrah dari Makkah menuju Madinah yang kala itu bernama Yatsrib, penduduk Madinah justru berbondong bondong masuk Islam dan bahkan mereka bertungkuslumus mengembaangkannya, sehingga Islam tersebar dan bahkan dipeluk masyarakat Jazirah Arab. Lebih dari itu, Kota Makkahpun dapat dikuasai oleh Muhammad saw.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA kepada wartawan, Jumat (25/11) di kantornya,Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemda Rohul, Pasir Pengarayan.
Dikatakannya, hendaknya momentum peringatan tahun baru Islam 1433 H yang jatuh pada tanggal 26 Nopember 2011 bakda Magrib ini, dijadikan sebagai momentum kebangkitan umat Islam Rohul, dengan menjuadikan Hijrah sebagai sebuah konsep dalam diri. Hijrah artinya berpindah dan berubah. Perilaku berpindah dari keburukan menuju kebaikan dan berubah dari perilaku negatif menadi perilaku positif dalam hidup dan kehiodupan sehari-hari, haruslah menjadi sesuatu yang melekat pada setiap individu muslim.
Menurut Ahmad Supardi, hijrah dalam konteks kekinian dan kedisinian kita saat ini, dalpat dilakukan dalam empat bentuk. Pertama, Hijrah Mental, artinya berpindah dari mentalitas yang buruk menuju mentalitas yang baik. Kedua, Hijrah Kultural, yaitu berpindah dari kebodohan menuju ilmu pengetahuan. Ketiga, Hijrah Material, yaitu berpindah dari kemiskinan menuju kekayaan. Keempat, Hijrah Sosial, yaitu berpindah dari ketidakpedulian pada orang lain menuju kepedulian sosial, p[ersaudaraan dan silaturrahim.
Jika empat hal ini dilakukan, insya Allah umat Islam akan bangkit dari keterpurukan dan ketertinggalan, sehingga dengan demikian, kedepan umat Islam dapat meraih kembali kejayaan yang pernah diukirnya selama 700 tahun lebih, ujar Ahmad. (Ash).