Hilang, 19 Koper Jamaah Haji Riau Belum Juga Ditemukan
Ringkasan:
Madinah (Humas)- Sebanyak 19 Koper Jamaah Haji Riau yang tergabung dalam penerbangan Kloter 12 Embarkasi Batam (BTH) yang hilang saat tiba di Madinah, hingga saat ini belum ditemukan. Akibatnya, jamaah haji asal Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Tembilahan yang kehilangan koper tersebut harus membel...
Madinah (Humas)- Sebanyak 19 Koper Jamaah Haji Riau yang tergabung dalam penerbangan Kloter 12 Embarkasi Batam (BTH) yang hilang saat tiba di Madinah, hingga saat ini belum ditemukan. Akibatnya, jamaah haji asal Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Tembilahan yang kehilangan koper tersebut harus membeli pakaian baru sebagai pakaian ganti dalam melakukan rangkaian kegiatan ibadah di Madinah.
PGS Kabid Haji, Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) Riau, Drs H Mahyuddin, Rabu (27/10) meminta agar ketua kloter 12 melakukan koordinasi dengan pihak Saudi Arabian Airline (SAA) perwakilan Batam dan Madinah. Karena kemungkinan koper jamaah tersebut tergabung dengan koper jamaah lain.
"Kita harap pihak terkait dapat menyikapi ini secara tegas dan bijaksana dengan mengecek kembali sisi-sisi barangkali koper tersebut tertinggal atau bergabung dengan koper jamaah lainnya. Atau kalau perlu lakukan pengecekan ulang ke pemondokan-pemondokan jamaah. Dan terhadap jamaah yang mengetahui keberadaan koper tersebut hendaknya memberikan informasi kepada panitia yang ada disana," harap Mahyuddin.
Mahyuddin menyesalkan, dengan kecerobohan yang terjadi menyebabkan jamaah yang kehilangan kopernya mengalami ganggungguan dalam menjalankan ibadah. Karena terpaksa harus mencari dan membeli pakaian ganti untuk tetap bisa menjalankan aktifitas ibadahnya. Ditambah lagi cost yang harus dikeluarkan jamaah, tentu sangat memberatkan.
Sementara itu, Ketua Kloter 12 Embarkasi Batam, H Darwison, melalui via selulernya menuturkan, koper jamaah Riau diketahui tidak ada saat jamaah bersangkutan tiba di Hotel dan akan berganti pakaian. Tapi koper tempat membawa pakaian mereka belum juga sampai ke hotel. Sebagai ketua kloter ia langsung mengkonfirmasi ke Embarkasi Batam, Embarkasi Madinah dan Terminal Hijrah tapi tak juga di temukan.
"Kita juga melakukan sweeping di masing-masing kamar jamaah Kloter 12 BTH, karena kemungkinan koper-koper tersebut terbawa oleh jamaah lain. Apalagi, kloter 12 BTH ini terdiri dari 3 kabupaten Kuantan Singgigih, Rokan Hulu, dan Tembilahan, dengan jumlah jamaah 443 orang, Namun tidak juga ditemukan," jelas Darwison terkiat upaya yang telah dilakukan dalam rangka menemukan koper jamaah yang hilang tersebut.
Darwison mengakui mengalami kendala saat melakukan sweeping ke kamar-kamar jamaah kloter 12, karena hampir 50 persen jamaah tidak bisa baca dan tulis. Sehingga kemungkinan 19 koper yang belum ditemukan ada diantara jamaah itu yang salah angkut koper. Saat mengetahui koper itu bukan miliknya, ia meletakkannya begitu saja ditempat lain.
"Kami terus melakukan kroscek bersama petugas sektor III Madinah, namun hingga saat ini belum juga diketemukan. Sementara jamaah yang kehilangan koper cukup kewalahan dengan harus membeli pakaian ganti untuk ibadah," ucapnya menyesalkan kasus tersebut. (msd)