Bangkinang Kota ( Kemenag ,--- Dalam rangka menyemarakkan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Bundo Kandung IWMR (Ikatan Wanita Minang Rantau) Kabupaten Kampar menggelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah yang dipusatkan Aula Kantor Camat Bangkinang. kota. Kegiatan ini menghadirkan Hj. Elmi, S.Ag., M.Sy, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kampar, sebagai narasumber.
Pelatihan ini fokus pada dua aspek penting dalam penyelenggaraan jenazah secara syar’i, yakni memandikan dan mengafani jenazah. Hj. Elmi memberikan penjelasan mendalam disertai praktik langsung, membimbing peserta memahami tata cara dan adab penyelenggaraan jenazah menurut tuntunan Islam.
Dalam paparannya, Hj. Elmi menyampaikan bahwa kemampuan mengurus jenazah adalah bagian penting dari fardhu kifayah yang perlu dikuasai oleh masyarakat, khususnya kaum perempuan.
“Pengetahuan ini bukan hanya untuk bekal pribadi, tapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Ini adalah ladang amal yang sangat besar pahalanya,” ungkap Hj. Elmi dalam penyampaiannya.
Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan kelompok pelaksana penyelenggara jenazah yang siap siaga membantu warga perantau Minang apabila terjadi musibah kematian di lingkungan mereka.
Dalam sambutan pembukanya, Ketua Bundo Kanduang IWMR Kampar Hj. Zoraida, S.Sos., M.AP menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari kepedulian dan peran strategis kaum ibu Minang dalam bidang sosial keagamaan.
“Bundo Kanduang bukan hanya simbol budaya, tapi motor penggerak dalam menjaga nilai-nilai adat dan agama. Pelatihan ini adalah bagian dari ikhtiar kita membekali diri untuk akhirat, sekaligus membantu sesama,” ujar Hj. Zoraida.
Ketua Bundo Kanduang IWMR Kampar, Hj. Zoraida, S.Sos., M.AP, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Bundo Kanduang bukan hanya pelestari budaya, tetapi juga memiliki peran besar dalam penguatan nilai keislaman dan sosial kemasyarakatan.
 “Kegiatan ini adalah bentuk nyata peran ibu-ibu Minang yang tidak hanya menjaga adat dan tradisi, tetapi juga berkhidmat untuk umat. Semangat berbagi dan peduli seperti inilah yang ingin kita rawat terus ke depan,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, IWMR Kampar juga menyalurkan santunan dan sembako kepada keluarga fakir miskin. Tidak hanya diserahkan di lokasi kegiatan, namun juga diantar langsung ke rumah-rumah penerima manfaat, sebagai wujud kepedulian yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
 “Kita ingin bantuan ini tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar sampai dan dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan,” tambah Hj. Zoraida.
Dengan filosofi sadanciang bak basi, saciok bak ayam, Bundo Kanduang IWMR Kampar terus membuktikan diri sebagai garda terdepan dalam kegiatan sosial, dakwah, dan penguatan peran perempuan dalam masyarakat Minang perantauan. ( Fatmi )