Mandau (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Nurleili Lubis, menyampaikan arahan penting dari Menteri Agama kepada kelompok binaan Majelis Ta'lim Muthmainnah. Kegiatan ini digelar di Masjid Besar Arafah, Duri, Kamis (4/9/2025) pukul 13.30 hingga 16.30 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Nurleili Lubis tidak hanya menyampaikan pesan dari Kementerian Agama, tetapi juga menekankan sejumlah arahan tajam kepada para jamaah agar lebih bijak dan berhati-hati dalam bersikap di era serba digital saat ini.
Ia mengingatkan agar para ibu-ibu pengajian tidak mudah terprovokasi dan tidak sembarangan membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. “Jangan ikut-ikutan mem-share berita yang belum pasti. Apalagi menanggapi status atau komentar yang provokatif dan berpotensi menimbulkan kegaduhan. Itu hanya akan memperkeruh suasana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nurleili menekankan peran penting anggota majelis taklim sebagai penyejuk di tengah masyarakat. Ia meminta agar setiap komentar atau opini yang menyesatkan segera diluruskan dengan tegas. “Kalau kita tahu kebenarannya, jangan takut menyampaikannya. Diam ketika ada kebatilan sama saja menunjukkan lemahnya iman. Untuk kebenaran, kita tidak boleh gentar,” ujarnya lantang disambut anggukan para peserta.
Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan jamaah agar lebih bijak dalam berpenampilan. “Jangan memakai perhiasan berlebihan yang justru bisa mengundang kejahatan. Apalagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Nurleili berharap agar Majelis Taklim Muthmainnah dapat menjadi mitra strategis penyuluh agama dalam menjaga harmoni dan menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat.
Setelah
sesi arahan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Tahsinuul Qur’an yang
bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an jamaah. Suasana penuh
kehangatan dan keseriusan mewarnai acara hingga selesai.