0 menit baca 0 %

HOAX : MADRASAH DAN PONDOK PESANTREN TIDAK TERIMA MAKAN SIANG GRATIS

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) --- Muncul Narasi untuk menghentikan program Makan Siang Gratis atau lebih dikenal Program Magan Bergizi Gratis (MBG), alasan munculnya narasi ini Pasalnya program tersebut tidak merata karena masih banyak sekolah madrasah dan pondok pesantren (ponpes) belum menerimanya.Namu...

Indragiri Hulu (Kemenag) --- Muncul Narasi untuk menghentikan program Makan Siang Gratis atau lebih dikenal Program Magan Bergizi Gratis (MBG), alasan munculnya narasi ini Pasalnya program tersebut tidak merata karena masih banyak sekolah madrasah dan pondok pesantren (ponpes) belum menerimanya.

Namun Faktanya bahwa Seluruh Satuan Pendidikan Keagamaan akan mendapatkan program MBG yang dilaksanakan secara bertahap. Pada Tahun 2024 Kementerian Agama RI telah mengeluarkan SE Dirjen Pendis No. 10 Tahun 2024 tentang Pedoman Makan Bergizi Gratis di Pondok Pesantren. Hal ini menjadi Komitmen Kementerian Agama untuk Mengawal Program MBG bagi seluruh Anak Bangsa.

Nasaruddin Umar saat ditemui media mengatakan siswa pesantren dan madrasah akan mendapatkan hak yang sama terkait MBG setelah program tersebut berjalan di ratusan titik wilayah Indonesia.

“Ya anak pesantren juga anak bangsa kan, tentu punya hak yang sama juga dengan yang lain,” ujar Nasaruddin di Kantor Kemenag, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Direktur Jenderal Pendis Kemenag,

Abu Rokhmad, menuturkan, surat edaran yang diterbitkan pada 31 Desember 2024 diperuntukkan bagi seluruh pondok pesantren di Indonesia.

"Seluruh entitas Pendidikan Islam siap menyukseskan Makan Bergizi Gratis yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo. Edaran kali ini kami terbitkan untuk menjadi panduan implementasi MBG di pondok pesantren," tutur Abu Rokhmad.

Dalam Prorgam Makan Bergizi Gratis ini sendiri terdapat beberapa Nilai yang diajarkan kepada peserta didik meliputi

Nilai Spiritual

Caranya, membiasakan peserta didik berdoa sebelum makan (meningkatkan rasa syukur dan menanamkan kebiasaan baik yang mendukung pembentukan karakter).

  1. Etika makan dan minum, antara lain:
  2. Berwudhu ketika hendak makan.
  3. Membaca basmalah sebelum makan.
  4. Membaca hamdalah setelah makan.
  5. Berkumur setelah makan.
  6. Makan dengan tangan kanan.
  7. Makan menggunakan tiga jari.
  8. Mengambil makanan yang terdekat.
  9. Tidak makan sambil berbaring.
  10. Tidak mencaci makanan.
  11. Tidak membiarkan makanan yang jatuh.
  12. Tidak berlebih-lebihan dalam makan.
  13. Minum dengan tiga tegukan dan membaca basmalah.
  14. Tidak bernafas dalam bejana (tempat minum).
  15. Tidak makan dan minum dengan berdiri.

Nilai Toleransi dan Kerjasama

Program MBG akan menggunakan sistem prasmanan. Peserta didik diajarkan untuk:

  1. Mengantre dengan tertib.
  2. Mengambil makanan secukupnya.
  3. Menghormati teman-teman sekelasnya.

Kegiatan ini mengajarkan peserta didik untuk saling menghargai, berbagi, dan menjaga keharmonisan dalam lingkungan madrasah dan pesantren.

Nilai Tanggung Jawab

Peserta didik juga akan diajarkan untuk membawa peralatan makan dari rumah, yang kemudian mereka cuci sendiri setelah selesai digunakan. Tujuannya:

  1. Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap barang pribadi.
  2. Membiasakan hidup bersih dan mandiri.