Kampar ( Kemenag ) Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan masyarakat luas atas wafatnya Abuya Syamsuatir, ASN Kemenag Kampar sekaligus Sekretaris Umum MUI Kabupaten Kampar, pada Kamis, 17 Juli 2025.
Dalam suasana takziah dan pelepasan jenazah, Buya Muhammad Abdih, Pimpinan Pondok Pesantren Islamic Center Al Hidayah Kampar, menyampaikan tausiah yang menyentuh hati, sekaligus menjadi kesaksian atas kepribadian dan perjuangan almarhum semasa hidup.
Saya ingin menyampaikan potongan hadits Nabi Muhammad SAW: Antum syuhadaullahi fil ardh kalian adalah saksi-saksi Allah di muka bumi. Maka apa yang kita saksikan, itu pula yang akan dicatat oleh Allah SWT, ujar Buya Abdih membuka tausiyahnya.
Beliau menambahkan, sesaat setelah kabar wafatnya almarhum diterima, ia langsung mengabari Ustadz Abdul Somad (UAS), yang mengenal dekat almarhum Syamsuatir. UAS memberikan kesaksian yang menguatkan:
Asyhadu annahu min ashhabil fadilah, shohibud dakwah, mazkurun fil adab. Aku bersaksi bahwa beliau adalah orang yang memiliki keutamaan, seorang pejuang dakwah, dan dikenal karena keluhuran adabnya.
Buya Abdih menegaskan bahwa almarhum Syamsuatir bukan sekadar ASN biasa, tetapi seorang pelayan umat yang wafat dalam keadaan husnul khatimah, setelah menuntaskan pengabdiannya kepada guru-gurunya dan kepada umat.
Beliau wafat setelah pengabdiannya tuntas, bukan hanya sebagai pegawai, tapi juga sebagai murid yang berbakti dan pendakwah yang ikhlas. Ini bukan sekadar kepergian, tapi sebuah isyarat husnul khatimah, pungkas Buya.
Sosok almarhum dikenal luas sebagai pribadi yang rendah hati, cerdas dalam berdakwah, dan lembut dalam tutur kata. Kehadirannya membawa warna dalam dinamika keagamaan di Kampar, baik di institusi Kemenag maupun di tubuh MUI.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum Abuya Syamsuatir, mengampuni dosa-dosanya, dan menempatkannya di sisi para kekasih-Nya. Aamiin. ( Fatmi )