0 menit baca 0 %

Ibu-Ibu Permata Desa Koto Lubuk Jambi Antusias Pelajari Tata Cara Memandikan Jenazah

Ringkasan: Kuantan Singingi, (Kemenag)- 15 Agustus- 2025 Suasana penuh antusiasme tampak di balai pertemuan Desa Koto Lubuk Jambi pada kegiatan pembelajaran tata cara memandikan jenazah yang benar menurut syariat Islam. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu anggota kelompok Permata Desa Koto Lubuk Jambi, yang ingi...

Kuantan Singingi, (Kemenag)- 15 Agustus- 2025 Suasana penuh antusiasme tampak di balai pertemuan Desa Koto Lubuk Jambi pada kegiatan pembelajaran tata cara memandikan jenazah yang benar menurut syariat Islam. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu anggota kelompok Permata Desa Koto Lubuk Jambi, yang ingin memperdalam ilmu agama khususnya dalam bidang fardhu kifayah.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik, Ibu Eda Liati, S.Th.I, yang telah berpengalaman dalam memberikan bimbingan dan pelatihan terkait pengurusan jenazah. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan secara detail langkah-langkah memandikan jenazah sesuai tuntunan syariat, mulai dari mempersiapkan perlengkapan, adab sebelum dan sesudah memandikan, hingga tata cara mengafani dan menyiapkan jenazah untuk disalatkan.

Acara ini dilaksanakan di desa binaan Penyuluh Agama Islam, Riska Pratama, yang selama ini aktif memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Menurut Riska, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat, agar ketika ada musibah kematian, warga dapat melaksanakan fardhu kifayah dengan benar dan penuh keikhlasan.

Ketua Permata Desa Koto Lubuk Jambi, Ibu Misnarti, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemateri dan penyuluh agama yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelatihan seperti ini sangat bermanfaat, karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memupuk rasa kepedulian sosial antarwarga.

“Ilmu ini sangat penting, karena memandikan jenazah adalah kewajiban umat Islam yang harus dilakukan dengan penuh hormat dan sesuai tuntunan agama. Kami berharap kegiatan ini bisa rutin dilakukan,” ujar Misnarti.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung, yang semakin memperkuat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.(RP)