Idul Adha Momentum Pengorbanan dan Kepedulian
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Sholat Idul Adha 1432 H/2011 M di Masjid Islamic Centre, Pasir Pengarayan, Ahad (6/11) berjalan tertib dan lancer. Sholat diikuti 10.000 jamaah lebih. Jamaah secara tertib dan teratur memasuki Masjid Islamic Center, Masjid kebanggaan umat Islam, Simbol Ukhuwah Islamiyah, dan Pusa...
Rokan Hulu (Humas)- Sholat Idul Adha 1432 H/2011 M di Masjid Islamic Centre, Pasir Pengarayan, Ahad (6/11) berjalan tertib dan lancer. Sholat diikuti 10.000 jamaah lebih. Jamaah secara tertib dan teratur memasuki Masjid Islamic Center, Masjid kebanggaan umat Islam, Simbol Ukhuwah Islamiyah, dan Pusat kegiatan umat.
Di masjid kebanggaan ini, hadir bersama melaksanakan sholat Idul Adha, Bupati Rohul, Drs. H. Achmad, M.Si; Ka Kan Kemenag Rohul, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA; Kapolres Rohul; Ketua LAMR Rohul, H. Tengku Rafli Armen; Ketua MUI Rohul, Drs. H. Barmawi Arif, MM; Ketua IPHI Rohul, H. Darmansyah; Sekda Rohul, Ir. H. Damri; Para Asisten; Ka Badan/Dinas/Kantor; pejabat lain; dan umat Islam Pasir Pengarayan dan sekitarnya.
Sholat Idul Fitri dipimpin oleh Imam Besar Masjid Agung Islamic Centre, H. Indra Gunawan, S.Th.I dan bertindak selaku Khatib adalah H. Zulfikar Abdul Malik, Lc. Sedangkan tata tertib dan kaifiat sholat Id, dijelaskan oleh Ka Kan Kemenag Rohul, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA.
Bupati Rohul, Drs. H. Achmad, M.Si, dalam sambutan pengarahannya, sebelum sholat Id dilaksanakan, menyatakan bahwa Hari Raya Idul Adha adalah momentum pengorbanan dan kepedulian. Jika Nabi Ibrahim dan Ismail harus rela menyerahkan nyawa, bagi kita hanya dituntut menyerahkan satu ekor kambing dan atau 1/7 sapi/kerbau. Hal ini, tidak sebanding dengan pengorbanan kedua Nabi tersebut, ujar Achmad.
Bupati Rohul juga berharap, agar Masjid Agung Islamic centre Pasir Pengarayan ini, dapat dijadikan symbol ukhuwah islamiyah bagi umat Islam Pasir Pengarayan dan sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Idul Adha yang dipusatkan di Masjid ini.
Selain sebagai symbol ukhuwah islamiyah, pelaksanaan sholat idul fitri dan idul adha yang terpusat di sini, menunjukkan syiar Islam kepada semua orang. Kita bukan hanya banyak dan mayoritas, tetapi kita juga bersatu dan kuat, ujarnya.
Sementara itu, Ka Kan Kemenag Rohul, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA, ketika ditanya tentang peningkatan animo masyarakat Rohul untuk berqurban setiap tahun, Ahmad Supardi menjelaskan, memang benar bahwa dari tahun ke tahun, masyarakat Rohul sangat antusias berqurban. Hal ini dibuktikan dari meningkatrnya peserta qurban dari tahun ke tahun.
Pada tahun ini, dari sisi hewan qurban, terjadi peningkatan sebanyak 37,1 dari tahun lalu, yaitu dari 1721 ekor tahun 2010 menjadi 2359 tahun 2011. Dari sisi orang yang berqurban, terjadi penaikan 46 , yaitu dari 10319 orang berqurban menjadi 15018 orang berqurban, ujar Ahmad Supardi.
Lebih lanjut, Ka kan Kemenag menjelaskan, peningkatan qurban ini, mengindikasikan tiga hal penting. Pertama, Meningkatnya keimanan dan ketaqwaan ummat kepada Allah Swt (Hablum MInallah). Kedua, meningkatnya rasa kepedulian antar sesama, sehingga kebersamaan meningkat, rasa senasib sepenanggungan menguat, dan tolong menolong makin membara. Ketiga, meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Hal ini berarti, program pengentasan kemiskinan telah mencapai hasil yang diharapkan.
Untuk itu, saya berharap agar tradisi berqurban, sebagai symbol pengorbanan dan kepedulian antar sesame ini, dapat terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. (ash)