Kampar ( Kemenag )--Dalam rangka mempererat tali ukhuwah Islamiyyah serta menumbuhkan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Pondok Pesantren At-Taufiq Petapahan Tapung Kampar mengadakan kegiatan ifthar jama’i pada hari Sabtu, 08 Ramadhan 1446 H / 08 Maret 2025 M.
Acara ini dihadiri oleh pimpinan pesantren, santri, wali santri, guru, dan karyawan yang bernaung di bawah Yayasan Tafaqquh Fiddin. Selain itu, turut hadir para alumni dari berbagai angkatan, baik ikhwan maupun akhawat, serta warga sekitar pondok pesantren yang ikut merasakan keberkahan momen berbuka puasa bersama.
Mewakili Mudir Ma'had yang sedang menjalankan ibadah umrah, Ustaz Dr. Arsyad Abror, MA selaku Wakil Kepala Kurikulum Pesantren menyampaikan bahwa kegiatan ifthar jama’i ini merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antar civitas pesantren. Ia menjelaskan bahwa pendanaan acara ini bersumber dari Syekh Abdullah Nashir Al 'Ilaj dan istrinya, Masirah Mathlaq Al Muthairy dari Kuwait, yang disalurkan melalui Jam'iyyah Ihayaut Turats Al Islamy.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya acara ini, khususnya kepada musyrif, musyrifah, serta pengurus OSMA (Organisasi Santri Ma'had At-Taufiq) yang telah bertindak sebagai event organizer kegiatan.
“Saya mengucapkan Jazakumullah Khairal Jaza’ kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam menyukseskan acara ini. Semoga segala kebaikan yang dilakukan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara ini Ustaz Muhammad Frandani, Lc, perwakilan dari Lajnah Khairiyah Musytarakah Jakarta yang bertanggung jawab atas penyaluran dana ifthar di Indonesia. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin selama ini dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahunnya.
Menjelang waktu berbuka, para santri turut menyemarakkan acara dengan berbagai penampilan inspiratif. Ananda Iwangga Rusydi membuka sesi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang memukau hadirin dengan keindahan suaranya. Kemudian, dilanjutkan dengan kultum singkat berbahasa Arab oleh duet santri berbakat, Rizki dan Najib, dengan tema Ramadhan Wal Quran.
Dalam kultumnya, mereka menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya: pertama Keistimewaan bulan Ramadhan karena diturunkannya Al-Qur’an di bulan yang mulia ini, Kedua Rasulullah SAW senantiasa bertadarus dengan Malaikat Jibril setiap malam di bulan Ramadhan, Ketiga Para ulama salafus shalih menjadikan bulan Ramadhan sebagai waktu untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, bahkan ada yang mampu mengkhatamkan berkali-kali dalam sebulan, Keempat Ajakan untuk lebih banyak membaca dan mentadabburi Al-Qur’an di bulan penuh berkah ini
Penampilan ini mendapatkan apresiasi dari para hadirin, yang tampak khidmat mendengarkan dan menyerap hikmah dari kultum yang disampaikan.
Ketika azan Maghrib berkumandang, suasana semakin terasa khidmat dan penuh kebahagiaan. Para santri dan hadirin dengan wajah berseri-seri menikmati takjil dan hidangan berbuka yang telah disediakan. Kebersamaan yang terjalin dalam acara ini semakin mempererat hubungan persaudaraan di antara seluruh elemen pesantren.
Kegiatan ifthar jama’i ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momen mempererat ukhuwah dan memperbanyak amal kebaikan. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, membawa keberkahan bagi seluruh santri, pengurus, dan masyarakat sekitar. Aamiin. Pungkas Arsyad ( Fatmi/Alf )