0 menit baca 0 %

Ikhlas Tul Amal, S.Sy Inisiasi Wadah Dakwah Melalui Olahraga Bulutangkis untuk Pemuda Bangkinang

Ringkasan: Bangkinang Kota ( Kemenag )---Dalam upaya memperluas jangkauan dakwah Islam yang menyentuh langsung generasi muda, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Bangkinang Kota, Ikhlas Tul Amal, S.Sy, menggagas inovasi kepenyuluhan berbasis olahraga.Melalui pembentukan wadah olahraga bulutangkis bagi pe...

Bangkinang Kota ( Kemenag )---Dalam upaya memperluas jangkauan dakwah Islam yang menyentuh langsung generasi muda, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Bangkinang Kota, Ikhlas Tul Amal, S.Sy, menggagas inovasi kepenyuluhan berbasis olahraga.

Melalui pembentukan wadah olahraga bulutangkis bagi pemuda dan remaja yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pasar Bawah Bangkinang Kota, Ustadz Ikhlas memperkenalkan konsep dakwah yang menyatu dengan aktivitas fisik dan kebersamaan generasi Z dan Alpha.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu malam di GOR Sakinah Bangkinang Kota ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kesehatan dan prestasi olahraga, tetapi juga untuk membentengi pemuda dari pengaruh negatif seperti kecanduan game online dan judi daring.

 “Kita jadikan olahraga ini sebagai sarana dakwah. Di dalamnya ada nilai kerja sama, kerja keras, kesabaran, dan optimisme—semua itu merupakan ajaran Islam yang sangat relevan dalam pembentukan karakter generasi muda,” ujar Ikhlas Tul Amal, S.Sy.

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Muhammad Fauzi, Ketua Persatuan Bulutangkis Himpunan Pemuda Pasar Bawah, menyebut bahwa program ini memiliki nilai edukatif yang tinggi serta menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak muda.

Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat, Ketua RT, dan RW setempat, yang berharap agar kegiatan ini bisa berlangsung secara kontinu dan berkelanjutan.

 “Kami sangat mendukung. Ini bukan sekadar olahraga, tapi bentuk nyata pembinaan moral dan akhlak pemuda di lingkungan kita,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

Dengan menggabungkan pendekatan spiritual dan olahraga, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana penyuluhan agama bisa dikemas lebih menarik, modern, dan kontekstual terutama di tengah tantangan zaman yangsemakin kompleks. ( Fatmi/Ikhlas )