Makkah (Kemenag) --- Duka cita ditinggal orang tersayang sangat lah berkesan bagi keluarga yang ditinggalkan. Begitu juga yang dialami ibu Hj. Poniyem jemaah haji Provinsi Riau tergabung dalam Kloter BTH 15 asal Kabupaten Rokan Hilir. Beliau harus berpisah dengan suami yang bersama menempuh perjalanan menunaikan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M. Dimana suami atas nama Tio Powijoyo telah dipanggil Sang Maha Pencipta, selasa (10/6/25) di Kompleks Rumah Sakit King Faisal Taif.
Berangkat bersama dari tanah air, Allah berkehendak dengan sakitnya, sang suami Tio Powijoyo harus dirawat sebelum puncak pelaksanaan ibadah haji. Demikian diceritakan Ketua Kloter BTH 15 Temmy Maradilla, Kamis (12/6/25).Â
sebagai wujud belasungkawa terhadap meninggalnya bapak Tio Powijoyo, jemaah BTH 15 yang sudah seperti keluarga sendiri ini menggelar shalat ghaib, yasinan dan pengumpulan sumbangan. Alhamdulillah semua sudah kita lakukan, untuk sumbangan terkumpul Rp. 10.810.000 dan uang saudi SARÂ 235. Sumbangan ini sudah kita serahkan langsung kepada istri beliau Ibu Hj. Poniyem dan disaksikan jemaah lainnya .Â
Lebih lanjut Temmy menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jemaah BTH 15 atas kepeduliannya terhadap jemaah yang sedang mengalami musibah.
Saya sebagai Ketua Kloter dan mewakili ibu Hj. Poniyem menyampaikan ucapan terima kasih atas ketulusannya mendoakan Bapak Tio, mulai dari pelaksanaan shalat ghaib, yasinan dan pemberian sumbangan, semoga apa yang kita lakukan menjadi pahala bagi kita untuk disampaikan kepada almarhum. Dan ibu Hj. Poniyem tidak larut dalam kesedihan, karena janji Allah itu pasti. Dan saya juga mewakili jemaah BTH 15 juga mohon maaf kepada almarhum dan keluarga jika mungkin ada salah khilaf selama bergaul dalam perjalanan menuju tanah suci dan melaksanakan rangkaian ibadah .Â
Sementara itu Kloter BTH 15 bersama kloter lainnya yang termasuk kedalam gelombang kedua secara bertahap akan di berangkatkan menuju Madinah untuk melaksanakan arbain. Dan akan kembali ke tanah air pada tanggal 26 Juni 2025 dari Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Azizi Madinah dan tiba di Bandara Hang Nadim Batam pada tanggal 27 Juni 2025.