0 menit baca 0 %

Ikuti Sosialisasi Moderasi Beragama FKUB Provinsi Riau, Kepala KUA Kec Bathin Solapan Pandu Doa

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Kepala KUA Kec. Bathin Solapan H. Surianto mengikuti Sosialisai Moderasi Beragama dan memandu pembacaan doa yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau Rabu, 28/05/2025 di aula Kantor Camat Mandau Jl.

Mandau (Kemenag) – Kepala KUA Kec. Bathin Solapan H. Surianto mengikuti Sosialisai Moderasi Beragama dan memandu pembacaan doa yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau Rabu, 28/05/2025 di aula Kantor Camat Mandau Jl. Jend. Sudirman No. 56 Mandau, Kec. Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Dalam doanya H. Surianto bermohon agar ditautkan tali kasih diantara sesama dan perbedaan menjadi lebih indah.

“Ya Allah ya Hafidz, Pertautkan tali kasih diantara kami sehingga dapat menyikapi perbedaan dengan indah. Juga jadikanlah acara pada hari ini, sebagai amal ibadah, sebagai simbol kebersamaan, kekuatan dan persatuan, untuk membangun bumi pertiwi yang kami cintai, berdasarkan iman dan taqwa”. Harap H. Surianto dalam doanya.

Ketua FKUB Provinsi Riau KH Abdul Rahman Qoharuddin menjelaskan, sangat konsen melakukan upaya-upaya menguatkan dan merawat kerukunan antarumat beragama.

Di antaranya, kata Rahman, dengan selalu mengadakan dialog-dialog dan duduk bersama antarpara tokoh agama. “Untuk menyamakan hati kita, pikiran kita akan pentingnya kerukunan. InsyaAllah apa pun yang kita inginkan ke depan dapat terwujud,” harapnya.

Pembukaan sosialisasi dilaksanakan oleh Bupati Bengkalis diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kab Bengkalis Andris Wasono AP M Si. Dalam sambutannya beliau mengatakan “Kami Sangat Mengapresiasi Dan Mendukung Terlaksananya Kegiatan Sosialisasi Moderisasi Beragama Guna Dalam Menjaga Kerukunan Anatar Umat Beragama, Membangun Harmoni Sosial, Dan Memperkuat Persatuan Bangsa, Khususnya Di Daerah Kabupaten Bengkalis”.

Andris Wasono juga mengajak untuk saling berkolaborasi dalam konteks FKUB dengan tujuan untuk memperkuat kerukunan umat beragama dan mewujudkan suasana damai di tingkat regional. kolaborasi ini dapat berupa pertukaran informasi, berbagi praktik terbaik, hingga pelaksanaan kegiatan bersama. FKUB di berbagai Kabupaten dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu menjaga kerukunan umat beragama.

“Perkembangan teknologi saat ini disertai keilmuan yang terus mengalami perubahan membuat pola kehidupan masyarakat ikut terpengaruhi. kehidupan masyarakat global  memberikan dampak tersendiri terhadap kehidupan masyarakat indonesia. dunia dalam genggaman itulah yang sangat populer dan menggambarkan kehidupan saat ini. semua informasi dan peristiwa dapat kita saksikan hanya dalam genggaman dan dalam waktu relatif singkat  serta mampu menyebar hingga ke seatero dunia. begitupun dengan kecanggihan tekhnologi tersebut juga memberikan perubahan pada praktek-praktek keagamaan khususnya yang berjalan ditengah-tengah masyarakat indonesia,” lanjut Andris.

“Agama selalu mengajarkan sifat-sifat toleransi dan perdamaian secara turun-temurun ditengah masyarakat indonesia mulai tersingkirkan akibat pengaruh globalisasi yang memasuki setiap lini masyarakat”. Tegas Andris

Andris terus melanjutkan “Selain itu toleransi seorang muslim terhadap saudara yang non muslim merupakan implemantasi dari keimanan yang ada dihatinya. saling tolong menolong serta meringankan beban yang dirasakan oleh saudaranya dalam istilah keindonesiaan dinamakan “semangat gotong royong”. semangat gotong royong dan kerukunan umat beragama inilah yang mulai terkikis oleh pengaruh globlisasi tersebut”.

“Contoh yang terjadi pada generasi muda saat ini, hilangnya rasa malu diakibatkan tren yang sedang marak ditengah kawula yakni aplikasi-aplikasi sosial media yang tak jarang menyediakan konten-konten ujaran kebencian agama ataupun konten melecehkan agama. Kita patut bersyukur, bahwa provinsi riau khususnya kabupaten bengkalis termasuk salah satu kabupaten yang aman, tertib, damai, dan kondusif. dikarenakan penanaman bibit toleransi, cinta kasih, dan perdamaian dimulai sejak dini”.  Jelas Andris

Mengakhiri sambutannya Andris berpesan “Kepada tokoh-tokoh lintas agama jagalah kekompakan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. tanamkan sifat saling membantu, serta sifat toleransi beragama dengan tetap menjaga nilai-nilai, aturan, serta tata tertib peribadatan agama masing-masing”.