Meranti- Selain memiliki keindahan alam, Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu negara yang menjunjung tinggi keberagaman. Hal ini bisa dilihat dari beragamnya etnis yang ada di Indonesia.
Salah satu etnis yang memiliki populasi tinggi di Indonesia adalah Tionghoa. Maka tak heran jika setiap tahunnya di Indonesia selalu diramaikan dengan perayaan Tahun Baru Imlek yang sangat meriah. Termasuk diadaknya Festival Lampion dan Perang Air.
Namun perayaan Imlek tahun 2024
sedikit berbeda, terkait event wisata Perang Air ditiadakan tahun sebab
mengigat Pemilukada Tahun 2024 yang jatuh 14 Febuari berdekatan dengan Event
yang juga dikenal dengan nama Cian Cui itu sudah terkenal di Seluruh Dunia
banyak wisatawan yang datang silih berganti di Kota berjuluk Sagu tersebut.
"Kemaren Kami Sudah mengelar
Rapat bersama Pihak Kepolisian dan Tokoh Masyarakat Tionghua dan hasilnya kami
pemerintah siap mendukung segala bentuk macam kegiatan, namun mengigat pemilu
sudah dekat, dan mereka Tokoh Masyarakat Tiohua yang Koordinasi dengan Pihak
Kepolisian hasilnya kami belum tahu pastinya," ujar Kepada Disparpora
Meranti Ery Suhairi Kepada Media.
Ia mengatakan, bahwa event
sanggat terkenal di Kepulauan Meranti dan sudah menjadi Wisata di Kepulauan
Meranti Provinsi Riau bahkan Nasional dan Internasional bahkan menjadi nilai
ekonomi bagi Masyarakat saat perayaan Imlek.
Hal Senada juga disampaikan Plt
Bupati H.Asmar menyampaikan bahwa Pemerintah sanggat Mendukung event Tahunan
Wisata ini, namun mengigat situasi Pemilu sehingga menjaga Ketertiban wisata
dan juga perlu di dukung semua pihak.
Dalam rangka mengamankan perayaan
Tahun Baru Imlek 2575 KONGZILI, Polres Kepulauan Meranti menggelar kegiatan
apel pengecekan personil. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Mako Satuan
Lalu Lintas, Jalan Merdeka, pada hari Jumat pukul 17.00 WIB. Apel yang dipimpin
oleh Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurmia Setyawan, S.H., S.I.K., dihadiri
oleh personil dari Polri, TNI, dan Dishub.
Sementara itu, Â Pihak
Kepolisian setempat sudah menyiapkan keamanan Tahun Baru Imlek sebanyak 177
personil dari kepolisian, 12 personil dari TNI, dan 5 personil dari Dishub.
Kehadiran mereka sangat penting untuk memastikan kelancaran dan keselamatan
selama perayaan Tahun Baru Imlek di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Menyikapi pentingnya keamanan
dalam perayaan Tahun Baru Imlek, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurmia
Setyawan, S.H., S.I.K., menekankan pentingnya kerjasama antara instansi terkait
serta meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
"Pengamanan ini dilakukan
untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Tahun Baru Imlek dengan aman dan
tenteram. Kami berharap melalui kegiatan ini, kita dapat mencegah terjadinya
gangguan keamanan dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh
masyarakat," ungkap Kapolres.
Tokoh Masyarakat Tiohua Cuan An menyampaikan bahwa Kegiatan Pestival Perang Air dan Kegiatan agama lainya tidak ada dilaksanakan.
"Mengigat Pemilu Sudah
dekat, maka dari itu Semua Kegiatan tidak diadakan, kami sudah berkoordinasi
dengan semua pihak," ujar Cuan An.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat
Tionghua Atan SH menyayangkan semua kegiatan tidak diadakan, karena event
wisata sanggat ramai imlek di Kota Sagu tersebut.
"Sebelumnya kami binggung
apa diadakan tidak, tadinya ada becak dan anak sudah siap mau menyarakan event
itu, namun mengigat situasi Pemilu dekat kami ikut aturan Pemerintah dan pihak
Kepolisian setempat," kata Atan SH. (*)
Â