Indonesia Layak Menjadi Negara Maju Bila Benar Mengelola Kemajemukan
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Indonesia sebenarnya memiliki banyak syarat menjadi negara maju di antara negara-negara yang ada di dunia karena kekayaan alam dan pluralitas penduduknya. Demikian disampaikan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI yang diwakili oleh Kepala Bagian Humas Kemenag...
Pekanbaru (Humas)- Indonesia sebenarnya memiliki banyak syarat menjadi negara maju di antara negara-negara yang ada di dunia karena kekayaan alam dan pluralitas penduduknya. Demikian disampaikan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI yang diwakili oleh Kepala Bagian Humas Kemenag RI, Drs. H. Zainuddin Daulay, M.Hum tatkala menyampaikan sambutannya dalam acara Dialog Pengembangan Wawasan Multikultural Antar Umat Beragama Bagi Pemimpin Agama, Pemuda dan Mahasiswa Lintas Agama di Hotel Furaya Pekanbaru, Rabu (25/1). Acara berlangsung selama dua hari 25 – 26 Januari 2012.
“Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan kemajemukan penduduknya sesungguhnya memiliki kriteria yang sangat banyak untuk menjadi bangsa besar. Pluralitas penduduknya dari segi suku, adat istiadat, agama, budaya dan bahasa apabila dikelola dengan baik merupakan potensi besar dalam pembangunan, namun justru sebaliknya apabila tidak dimenej dengan baik akan menghambat pembangunan bahkan menjadi penghancur keutuhan bangsa. Kelemahan yang terjadi selama ini disebabkan oleh kurangnya kebersaman dalam bermasyarat dan bernegara dalam naungan negara keasatuan Republik Indonesiaâ€, katanya.
“Konflik antara umat beragama jika diamati secara seksama bukanlah berawal dari penyebab agama itu sendiri, justru berasal dari fakor lain misalnya ekonomi atau perselisihan kepentingan antar pribadi, namun kebetulan yang bertikai berbeda agama sehingga jadi bernuansa agama. Inilah yang menjadi penyebab konflik itu “berbau†agama. Oleh karena itu kita tak dapat memprediksi apa dan kapan terjadinya konflik, serta kapan pula berakhirnya. Inilah selama ini yang sering dibanggakan Indonesia sejak zaman awal berdirinya sebagai bangsa yang kuat rasa persatuan dan persaudaraannya. Tapi sayangnya kini, dinamika kehidupan sosial bangsa Indonesia tersebut tergerus oleh derasnya arus dinamika global yang mencakup bidang teknologi informasi, teknologi transportasi, dan teknologi pembangunan yang berdampak terhadap arus urbanisasi penduduk yang membawa dampak budaya dan sosial ekonomi. Akibatnya ketahanan negara menjadi rapuh.â€, jelasnya.
Zainuddin selanjutnya menekankan bahwa berdasar alasan itulah maka dibentuk Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI sejak tahun 2001 yang juga merupakan komitmen bersama Pemerintah/Kementerian Agama untuk meningkatkan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia sesuai Visi dan Misi Kementerian Agama. Gerakan Kerukunan menjadi sebuah gerakan Nasional Indonesia. (as)