Informasi Penipuan Mengatasnamakan Ka.Kanwil Kemenag Riau, Marak beredar di Kab. Inhil
Ringkasan:
Tembilahan (Humas) nama Ka.Kanwil Kemenag Riau yang baru Drs.H.Tarmizi,MA disalahgunakan orang-orang yang tidak bertanggug jawab dalam mendapatkan keuntungan, dengan cara menggunakan nama beliau untuk melancarkan aksi penipuan di wilayah Kab.Inhil. Informasi yang diperoleh dari beberapa orang Kepala...
Tembilahan (Humas) nama Ka.Kanwil Kemenag Riau yang baru Drs.H.Tarmizi,MA disalahgunakan orang-orang yang tidak bertanggug jawab dalam mendapatkan keuntungan, dengan cara menggunakan nama beliau untuk melancarkan aksi penipuan di wilayah Kab.Inhil.
Informasi yang diperoleh dari beberapa orang Kepala Madrasah (nama minta dirahasiakan) yang pernah mendapat telpon dari orang yang mengatas namakan Ka.Kanwil menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya mendapatkan bantuan langsung dari Kanwil dan tidak melalui Kemenag Kabupaten dikarenakan kalau melewati Kemenag Kabupaten akan ada potongan, dan diminta mentransfer sekian persen sebagai pajak dan diminta untuk menelpon suatu nomor telpon yang dikatakan itu nomor HP pak Tarmizi
Ketika dikonfirmasikan peristiwa ini ke Ka.Kemenag Inhil,Drs.H.Azhari,MA beliau terkejut dan membaca istigfar, Ka.Kemenag Inhil menyatakan segala bantuan yang berasal dari Kemenang, baik tingkat provinsi maupun kabupaten tidak akan dipotong karena dari DIPA langsung masuk kerekening penerima, jadi tidak ada celah bagi Kemenag untuk melakukan pemotongan.
Untuk mengantisifasi hal seperti ini Ka.Kemenag menyarankan “Kepada Kepala Madrasah agar tidak percaya begitu saja kalau dapat informasi, hubungi pihak-pihak yang terkait, misal Madrasah dengan Mapenda, KUA dengan Urais dan setiap bantuan akan pakai suratâ€.
Penelusuran tehadap informasi penipuan seperti ini, tiap tahun terus saja terjadi dan modusnya tetap saja sama, memang untuk tahun 2012 ini belum ada yang mengirimkan uang yang diminta, para Kepala Madrasah masih mengkonfirmasi ke Kemenag Inhil, timbul pertanyaan apakah orang-orang tersebut tidak memikirkan kalau harta yang diperoleh secara tidak halal nantinya diakhirat akan dimintai pertanggung jawaban dan apakah mereka tidak memikirkan bahwa kematian pasti akan menjemput mereka, Sudah menipu memfitnah lagi, memang kalau usaha penipuan telah menjadi suatu kebiasaan apalagi jadi profesi akan sulitlah untuk menghindarinya, apalagi dizaman sekarang ini halal haram tidak menjadi perhatian lagi.
Suatu hal yang banyak menjadi pertanyaan adalah dari mana para orang-orang tersebut mengetahui nomor HP para Kepala Madrasah, untuk mengetahui jawaban hal ini tidaklah begitu sulit terutama bagi orang yang biasa menggunakan internet, cukup membuka Mbah Google, maka informasi tentang Madrasah terbuka lebar, apalagi dengan adanya data EMIS yang memang bisa diakses oleh seluruh orang yang mengunjungi situs tersebut, di data tersebut tercantum secara lengkap data Madrasah yang ada diseluruh Indonesia, mungkin ada baiknya bagi pengelola data EMIS di Kemenag RI agar tidak menampilkan nomor HP Kepala Madrasah yang ada dalam data EMIS. (Yar)