0 menit baca 0 %

Ini yang dilakukan MA Riyadus Sholihin untuk meningkatkan Literasi Madrasah

Ringkasan: Siak (Inmas) - Madrasah Aliyah Riyadus Sholihin, Delima Jaya saat ini sedang gencar melakukan pembenahan di segala lini, baik di bidang internal atau eksternal. Baik yang kaitannya dengan infrastruktur, atau kualitas pendidik. Salah satu yang sedang mendapat sorotan adalah peningkatan budaya literas...

Siak (Inmas) - Madrasah Aliyah Riyadus Sholihin, Delima Jaya saat ini sedang gencar melakukan pembenahan di segala lini, baik di bidang internal atau eksternal. Baik yang kaitannya dengan infrastruktur, atau kualitas pendidik. Salah satu yang sedang mendapat sorotan adalah peningkatan budaya literasi di Madrasah.

Upaya meningkatkan kegiatan literasi di Madrasah dapat ditempuh dengan banyak hal. Misalnya, dengan melengkapi sarana baca di Madrasah atau fasilitas perpustakaan seperti; Pojok baca, madding dan lain-lain. Untuk mencapai keberhasilan program tersebut, dibutuhkan tenaga pengajar atau pendidik di Madrasah yang kompeten di bidang terkait.

Berangkat dari sana, hari ini Sabtu, (6/02/2021), Kepala Madrasah MA Riyadus Sholihin, Marjo, ST mengirimkan empat pendidik untuk mengikuti Workshop Jurnalistik Madrasah di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak. Hal tersebut dilakukannya, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepeduliannya terhadap dunia literasi di Madrasah. Karena dunia literasi, sudah menjadi bagian penting dari dunia saat ini.

Sebelum berangkat, sarjana lulusan Universitas Indonesia ini juga berpesan kepada para pendidik MA Riyadus Sholihin yang mengikuti workshop untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Ini merupakan lompatan awal kemajuan dunia literasi di MA Riyadus Sholihin”, pungkasnya sebelum melepas para pendidik.

Workshop ini diawali dengan acara pembukaan oleh Kepala Subbag TU Kementerian  Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Nursa. Dalam sambutannya, ia menggelorakan tentang pentingnya berliterasi di madrasah. Terutama di era digital yang akhir-akhir ini makin sulit di kontrol. “Tanpa pemahaman yang baik dan kecerdasan literasi, kita bisa saja termakan oleh berita-berita hoax yang berpotensi merugikan diri sendiri dan madrasah”, terangnya.

Acara kemudian diteruskan oleh Awaludin dari Humas Kankemenag Siak yang menyampaikan materi standar ilmu jurnalistik, kemudian di pungkasi oleh Ihsanul Hadi sebagai pendamping untuk praktik dalam kegiatan workshop, khususnya penulisan berita untuk mengekspos kegiatan madrasah. Acara berlangsung khidmad dan penuh semangat hingga usai. (AR/Hd)