Kemenag (Kuansing)Masjid Al-Hidayah Desa Koto Baru Jadi Contoh Masjid Ramah Jamaah, Fasilitas Lengkap, Jamaah Meningkat
Koto Baru, Singingi Hilir Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir melalui Penyuluh Agama Islam , Mahyu Budiman, S.Pd.I, terus melakukan monitoring dan silaturahim ke masjid-masjid di wilayah tugasnya. Pada Kamis malam, 14 Agustus 2025, pukul 19.00 WIB, usai shalat Magrib berjamaah, Mahyu Budiman melakukan kunjungan dan berbincang langsung dengan Ketua Masjid Al-Hidayah Desa Koto Baru, Yulisman, di ruang terbuka samping masjid yang kini menjadi tempat favorit jemaah.
Dalam perbincangan hangat tersebut, Yulisman menyampaikan perkembangan menggembirakan mengenai peningkatan jumlah jemaah secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya kehadiran jamaah adalah adanya fasilitas penunjang yang ditingkatkan, terutama setelah dipasangnya enam unit Air Conditioner (AC) di dalam masjid.
“Sejak dipasang AC, suasana dalam masjid jadi sangat nyaman. Tidak hanya warga sekitar, tapi juga musafir dan jemaah dari luar desa mulai sering singgah dan ikut berjamaah. Rasa nyaman itu ternyata punya pengaruh besar,” tutur Yulisman.
Tak hanya AC, pengurus Masjid Al-Hidayah juga secara aktif menambah berbagai fasilitas kenyamanan lainnya yang membuat masjid ini kini dikenal sebagai salah satu masjid terbersih, terlengkap, dan paling ramah jemaah di Kecamatan Singingi Hilir.
Berikut Fasilitas yang Tersedia di Masjid Al-Hidayah:
1. ? Lokasi parkir luas dan bersih, memudahkan jemaah yang datang menggunakan kendaraan pribadi.
2. ? Tempat wudhu bersih, debit air kuat, dan area yang luas, memberikan kenyamanan saat bersuci.
3. ? Letak strategis di tepi Jalan Lintas Pekanbaru–Teluk Kuantan, memudahkan akses dan menjadi tempat singgah favorit.
4. ? Tersedia rumah singgah gratis bagi musafir, dilengkapi tikar, kursi, air minum, dan colokan listrik.
5. ? Meja, kursi, dan kanopi mencukupi untuk tempat menunggu waktu sholat atau bersantai usai ibadah.
6. ? Teh dan kopi gratis tersedia setiap hari bagi jemaah selepas Magrib, sebagai bentuk pelayanan dan pengikat ukhuwah.
7. ? Parfum gratis di dalam masjid, bisa digunakan oleh jemaah sebelum masuk, namun tidak untuk dibawa pulang.
8. ? Kebersihan dan wangi ruangan dalam masjid dijaga dengan baik, menciptakan suasana yang sejuk dan khusyuk dalam ibadah.
Apresiasi dari PAI Singingi Hilir PAI Singingi Hilir, Mahyu Budiman, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap seluruh upaya pengurus Masjid Al-Hidayah. Ia menilai bahwa pendekatan seperti ini harus menjadi contoh dan inspirasi bagi masjid-masjid lain dalam upaya menghidupkan syiar Islam yang ramah, bersih, dan menyenangkan.
“Langkah pengurus Masjid Al-Hidayah sangat patut diapresiasi. Bukan hanya dari segi fisik, tapi juga semangat melayani jemaah dan membangun kebersamaan. Ini cara dakwah yang sangat menyentuh dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujar Mahyu Budiman.
Harapan ke Depannya
Yulisman sebagai Ketua Masjid menyampaikan harapan besar agar ke depan Masjid Al-Hidayah bisa menambah satu fasilitas penting, yakni perpustakaan masjid. Dengan adanya perpustakaan, masjid bisa menjadi pusat ilmu keislaman, tempat belajar anak-anak, remaja, hingga orang tua, sehingga semakin memperluas fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat.
“Kami ingin bukan hanya fisik masjid yang nyaman, tapi juga isi dan kegiatannya. Kalau ada perpustakaan, jemaah bisa belajar lebih banyak, anak-anak bisa mengisi waktu dengan membaca daripada hanya bermain HP,” tambah Yulisman.
PAI Singingi Hilir pun menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk membantu koordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik dari Kemenag, donatur, maupun tokoh masyarakat agar rencana ini dapat segera terwujud.
Masjid Al-Hidayah di Desa Koto Baru telah memberikan contoh nyata bagaimana peningkatan fasilitas masjid dapat berbanding lurus dengan meningkatnya partisipasi umat dalam kegiatan ibadah. Kebersihan, kenyamanan, dan pelayanan terhadap jemaah menjadi daya tarik utama, sehingga masjid tidak hanya ramai saat Ramadan saja, tetapi juga di hari-hari biasa.
Dengan semangat gotong-royong dan inovasi pelayanan, Masjid Al-Hidayah membuktikan bahwa masjid bisa menjadi tempat yang sejuk secara fisik dan menyejukkan secara ruhani. Semoga langkah-langkah ini menginspirasi lebih banyak masjid di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi dan sekitarnya.(MB)