0 menit baca 0 %

Inspeksi Usaha Kesehatan Sekolah di Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin Koto Gasib

Ringkasan: Siak (Kemenag) Selasa, (04/02/2025), dalam upaya meningkatkan kesehatan santri dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat, tim kesehatan dari Puskesmas Koto Kasib melakukan inspeksi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin.

Siak (Kemenag) – Selasa, (04/02/2025), dalam upaya meningkatkan kesehatan santri dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat, tim kesehatan dari Puskesmas Koto Kasib melakukan inspeksi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin. Inspeksi ini mencakup berbagai aspek penting guna memastikan kondisi lingkungan pesantren yang bersih serta meningkatkan kesadaran santri dan tenaga pendidik terhadap kesehatan.

Inspeksi kesehatan kali ini meliputi beberapa kegiatan utama, di antaranya Inspeksi Kesehatan Lingkungan, untuk menilai kebersihan dan kelayakan sarana prasarana pesantren agar mendukung kesehatan santri. Selain itu, dilakukan juga pemberian tablet tambah darah kepada santri putri guna mencegah anemia, yang merupakan salah satu permasalahan kesehatan umum di kalangan remaja.

Selain pemeriksaan lingkungan dan pemberian suplemen, dilakukan pula pembinaan kader kesehatan, yaitu santri yang ditunjuk sebagai agen kesehatan untuk membantu dalam edukasi dan penerapan pola hidup sehat di pesantren. Pembinaan guru UKS juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, agar para pengajar dapat turut berperan dalam mendukung program kesehatan pesantren.

Sebagai langkah preventif terhadap kebiasaan merokok di kalangan remaja, tim kesehatan mengadakan skrining Usaha Berhenti Merokok (UBM). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santri tentang bahaya merokok serta mendorong mereka untuk mengadopsi gaya hidup sehat.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari pimpinan pesantren, tenaga pendidik, serta para santri. Diharapkan, melalui inspeksi ini, kesehatan para santri dapat lebih terjaga dan Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin dapat menjadi lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan nyaman. (JA/Hd)