0 menit baca 0 %

Inti Peringatan Tahun Baru Hijriyah Adalah Perubahan

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Bulan Muharram bagi umat Islam, setiap tahunnya diperingati secara meriah, mulai pada tingkat RT, RW, Kec. Kab/Kota, Provinsi, sampai tingkat Nasional, sebagai tahun baru Islam atau Tahun baru Hijriyah. Hijrah pada dasarnya adalah perpindahan Nabi Muhammad Saw beserta sahabatnya...
Rokan Hulu (Humas)- Bulan Muharram bagi umat Islam, setiap tahunnya diperingati secara meriah, mulai pada tingkat RT, RW, Kec. Kab/Kota, Provinsi, sampai tingkat Nasional, sebagai tahun baru Islam atau Tahun baru Hijriyah. Hijrah pada dasarnya adalah perpindahan Nabi Muhammad Saw beserta sahabatnya dari Kota Makkah menuju Kota Madinah yang kala itu bernama Yatsrib, pada tanggal 27 Shafar dan sampai di Madinah 12 Rabiul Awwal. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA pada peringatan Tahun Baru Islam 1433 H, Senin (12/12/11) bertempat di Masjid Taqwa Desa Janji Raja Kec Bangun Purba. Hadir dalam kesempatan itu, Kades setempat, Ketua BPD, Kepala Dusun, Ketua RT, Ketua RW, Pengurus/Imam Masjid, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, alim ulama, cerdik pandai, hatobangon dan masyarakat Janji Raja pada umumnya. Menurutnya, Hijrah secara harfiah artinya berpindah,/migrasi dan berubah. Semangat berpindah dan berubah ini telah melahirkan fajar baru kebangkitan peradaban Islam. Fajar baru kebangkitan peradaban Islam ini bermula dari hijrah. Hijrah melahirkan semangat perubahan. Hijrah merupakan usaha dan semangat besar manusia yang ingin mengubah masyarakat yang beku menjadi manusia yang maju, dinamis, sempurna dan bersemangat. Inti dari peringatan tahun baru hijriyah adalah perubahan, maka ada baiknya moment peringatan tahun baru islam ini, kita jadikan sebagai saat saat menentukan atau menit terakhir untuk berubah menjadi lebih baik, ujarnya. Dalam rangka peringatan tahun baru Islam tahun ini, saya menyampaikan 3 pesan perubahan. Pertama, hindari kebiasaan kebiasaan lama, hal hal yang tidak bermanfaat pada tahun yang lalu untuk tidak diulangi lagi di tahun ini dan tahun tahun mendatang. Kedua, lakukan amalan- amalan kecil secara istiqomah, teratur dan berkesinambungan, dimulai dari tahun ini, yang nilai pahalanya sangat tinggi di hadapan Allah, seperti sholat dhuha, sholat tahajjud, membantu fakir miskin, menolong sesama, menyantuni anak yatim, dan sebagainya. Ketiga, Usahakan dengan niat yang ikhlas, agar tahun ini lebih baik dari tahun kemaren, dan membawa banyak manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat secara umum. (ash)