0 menit baca 0 %

IPARI Kabupaten Kampar Menjadi Fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMA 2 Rumbio Jaya

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )- Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia ( IPARI ) Kab. Kampar memberikan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Sekolah Menengah Atas Negeri ( SMAN ) 2 Rumbio Jaya bertempat di Masjid Nurul Ilmi SMA 2 Rumbio Jaya.Ketua IPARI Kabupaten Kampar Nursal menyampaikan Tujuan Kegiata...

Kampar ( Kemenag )- Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia ( IPARI ) Kab. Kampar memberikan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Sekolah Menengah Atas Negeri ( SMAN ) 2 Rumbio Jaya bertempat di Masjid Nurul Ilmi SMA 2 Rumbio Jaya.

Ketua IPARI Kabupaten Kampar Nursal menyampaikan Tujuan Kegiatan BRUS ini  membekali para remaja usia sekolah dalam menghadapi kehidupan yang semakin komplek, membantu remaja memahami dan memiliki konsep diri yang sehat, memahami karakter diri dan potensi dirinya dan mampu menyusun harapan hidupnya secara lebih jelas serta memahami permasalahan-permasalahan yang harus dijauhi oleh para remaja yang sedanag marak saat ini. 

Kepala SMA 2 Rumbio Jaya mengucapkan terima kasih  yang sebesar-besarnya kepada Pengurus IPARi dan Kepala KUA Kecamatan Rumbio Jaya  yang sudah hadir di sekolah kami ini dan juga kami mohon maaf atas pelayanan kami  yang kurang  pada hari ini .

Peserta yang mengikuti acara ini lebih kurang 60 orang dari jumlah siswa sebanyak 231 siswa. Mudah-mudahan siswa yang mewakili ini bisa berbagi ilmu dengan siswa yang tidak ikut karena sebagian siswa ada yang mengikuti kegiatan lain.

Sementara itu Kepala KUA Kecamatan Rumbio Jaya  Syamsul Bahari  menyampaikan kepada siswa agar dapat memanfaatkan  waktu sebaik-baiknya, belajarlah dengan baik kejarlah cita-cita kalian bekalilah dengan ilmu dan jangan terpengaruh perbuatan yang menyimpang  yang akan mengakibatkan pernikahan dini yang tidak direncanakan dan merugikan kalian dan orang tua. 

"Bullying itu adalah Perilaku intimidasi yang dapat dilakukan berulang untuk melukai individu baik emosional maupun fisik dan melibatkan ketidakseimbangan kekuatan di mana pelaku mendominasi dan korban menjadi pihak yang lemah," ungkap Narasumber Elmi menyampaikan materi terkait dengan Bullying.

Elmi Juga menyampaikan jenis- jenis Bullying ada empat, pertama Bullying Fisik, kedua Bullying Verbal, ketiga Bullying Sosial dan keempat cyber Bullying.

Lebih lanjut Elmi menyampaikan upaya yang dapat dilakukan yaitu penguatan peran orang tua siswa, pendekatan kolaboratif, pengawasan dan intervensi pada area sekolah yang rawan perundungan.

"Selain anak, orang tua, keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat juga berperan melaporkan kepada sekolah jika anak menjadi korban perundungan/bullying,” ungkapnya (Fatmi)