Kampar (Kemenag) Dalam kajian
rutin ba da zuhur perdana di Masjid Darul Ikhlas, pada Senin (3/3/2025), diisi
oleh ustadz Syamsuatir. Beliau dalam ceramahnya menyampaikan hal-hal yang dapat
meningkatkan nilai puasa.
Pertama, makan dengan secukupnya.
Dikatakan bahwa pada zaman dahulu, ulama-ulama tidak lekat dengan image makan
yang berlebih. Hal tersebut juga dapat dilihat dari sejarah tentang Nabi Muhammad
SAW yang hanya berbuka dengan 3 butir kurma.
Rasulullah SAW hanya memberikan
contoh dengan tidak berlebih-lebihan dalam berbuka puasa. 3 butir kurma, adalah
cukup bagi Baginda untuk membatalkan puasanya. Untuk itu, janganlah hendaknya
puasa kita jadikan sebagai ajang untuk memindahkan waktu makan pagi dan makan
siang ke makan malam. Bisa ditelaah dengan cepat seperti misalkan apakah
belanja kita lebih banyak di bulan lain atau di bulan Ramadhan, jelas
Syamsuatir.
Hal selanjutnya yang bisa dilakukan
untuk tingkatkan nilai berpuasa ialah mengurangi tidur. Mayoritas ulama
berpendapat bahwa tidur saat berpuasa tidak membatalkan puasa, namun tidur
berlebihan juga tidak dianjurkan karena dapat mengurangi nilai ibadah puasa. Tidur
siang selama bulan Ramadan diperbolehkan, tetapi tidak lebih utama jika
dibandingkan dengan memperbanyak ibadah.
Terlebih lagi pada waktu-waktu
yang memang tidak dianjurkan Rasulullah untuk tidur, diantaranya yaitu setelah
subuh dan setelah ashar. Rasul dan para sahabat dahulu antara waktu ashar ke
maghrib, justru adalah waktu mereka dalam meningkatkan dzikir dan memperbanyak
istighfar, tutup Syamsuatir.
Sebagai informasi tambahan, Masjid
Darul Ikhlas Kemenag Kampar mengadakan kajian rutin ba da zuhur dan malam Ramadhan.
Hal ini dilakukan untuk menghidupkan Ramadhan dengan maksimalkan ibadah-ibadah
yang bisa dilakukan.
(Cicy/Fatmi/Agus)