Siak (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam
(PAI) pada Kantor Urusan Agama
(KUA) Kecamatan Minas, Masrizal Al-Husyaini mengisi kajian Majelis Taklim
Al-Hidayah I Kampung Mandiangin Kecamatan Minas, Kamis (24/10/2024). Kajian ini
merupakan kajian pekanan rutin yang dilaksanakan oleh PAI Kecamatan Minas guna
memberikan nasihat dan pemahaman agama Islam kepada masyarakat.
Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan surat yasin,
tahtim, tahlil dan taklim dan ditutup dengan doa.
Pada kesempatan
ini, Masrizal Al-Husyaini menyampaikan Fiqih Keluarga tentang
Etika Pendidikan Anak. “Dalam membina anak, dari anak-anak ke remaja hingga
dewasa, orang tua memegang peranan yang sangat penting. Orang tua mesti menjadi
contoh yang terbaik di hadapan anak-anaknya dan memberi nasihat dengan cara
yang santun sebagaimana disebutkan dalam
Al-Quran, Lukman Al-Hakim mendoakan anaknya dengan selalu menyebut nama anaknya
dikala selesai shalat disepertiga malam.
“ Tutur Masrizal yang juga penghobi
olahraga offroad.
Selain itu, Masrizal juga
menyampaikan sebelas cara mendidik anak secara islam. “Ada sebelas cara
mendidik anak dalam Islam, diantaranya yaitu memperdengarkan Al-Quran,
mengajarkan dasar-dasar agama, mengajarkan tauhid, bertutur kata yang lembut,
memberi nama yang baik, membacakan kisah-kisah nabi, mengajarkan adab,
mengajarkan sedekah, mengajarkan sikap sederhana, memeritahu perbedaan gender
dan memperhatikan teman-teman anak.” Pungkas Masrizal.
Ketua Majelis Taklim Al
Hidayah I, Yanti dalam sambutanya
memberikan ucapan terima
kasih kepada ustadz Masrizal yang selalu hadir mengisi kajian di kampung
Mandiangin. “Ucapan terima kasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada Ustadz Masrizal
yang selalu hadir mengisi kajian Majlis Taklim Al-Hidayah, semoga Kajian Fiqih keluarga
yang disampaikan dapat kami amalkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi
amal jariyah bagi ustadz yang menyampaikan.” Ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Urusan
Agama (KUA) Kecamatan Minas, Alwis menyambut baik
kinerja PAI
selalu hadir melakukan pembinaan di kampung-kampung binaannya. “Penyuluh harus hadir
di kampung-kampung binaan untuk
memberikan penyuluhan
dan pemahaman di tengah-tengah masyarakat.” Ujar Alwis. (NA)