Bangkinang Kota ( Kemenag )--Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bangkinang, Iskandar, M.E.Sy, kembali menghadirkan inovasi dalam metode dakwahnya. Kali ini, ia mengintegrasikan pembinaan keagamaan dengan penguatan ketahanan pangan melalui kegiatan bersama Majelis Taklim Musholla Al-Hidayah yang berlokasi di wilayah Bangkinang.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu, 9 Juli 2025 ini dirancang dalam dua sesi utama, yaitu pengajian rutin dan kerja bersama menanam serta memanen sayuran. Dalam ceramahnya, Iskandar menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah melalui aktivitas yang produktif dan bermanfaat, seperti menanam sayuran di pekarangan rumah atau lahan bersama.
“Menanam bukan hanya kegiatan ekonomi, tapi juga bentuk ibadah dan rasa syukur atas nikmat tanah serta rezeki dari Allah SWT,” ujar Iskandar di hadapan para jamaah majelis taklim.
Usai pengajian, Iskandar bersama ibu-ibu jamaah langsung turun ke kebun kecil yang terletak di sekitar musholla. Di sana mereka menanam dan merawat tanaman seperti kacang panjang, jagung, timun, dan kangkung. Beberapa hasil kebun sebelumnya bahkan telah dipanen, di antaranya kacang panjang dan timun, yang tumbuh subur berkat kerja sama jamaah yang kompak dan semangat.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa panen. Hasilnya bagus dan cukup untuk konsumsi bersama. Ini buah dari kebersamaan dan kerja keras ibu-ibu semua,” ucap Iskandar penuh syukur.
Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan kegiatan bertanam ini sebagai rutinitas yang berdampak: bukan hanya membantu pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan memanfaatkan lingkungan.
Langkah ini menunjukkan bahwa dakwah tidak harus selalu di mimbar, tetapi bisa hadir di ladang-ladang kehidupan. Dengan pendekatan yang membumi, Iskandar berhasil menjadikan Majelis Taklim Musholla Al-Hidayah bukan hanya sebagai pusat pembinaan spiritual, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari jamaah yang merasa lebih terlibat secara aktif dan merasakan manfaat nyata dari setiap pertemuan majelis taklim. ( Fatmi,/Ilhami )