0 menit baca 0 %

Isran Ramis, Nurfitri Yeni, dan Rimi Herlis, Penyuluh Agama Islam, Bersatu Padu Berantas Buta Aksara Al-Quran di Madrasah

Ringkasan: Kuansing ( Kemenag) Isran Ramis, Nurfitri Yeni, dan Rimi Herlis, tiga penyuluh agama Islam yang berdedikasi, menunjukkan kekompakan dan semangat tinggi dalam memberantas buta aksara Al-Quran di madrasah Kecamatan Gunung Toar, Rabu (17/09/2025)Melalui kerja sama yang solid dan pendekatan yang inovati...


Kuansing ( Kemenag) – Isran Ramis, Nurfitri Yeni, dan Rimi Herlis, tiga penyuluh agama Islam yang berdedikasi, menunjukkan kekompakan dan semangat tinggi dalam memberantas buta aksara Al-Quran di madrasah Kecamatan Gunung Toar, Rabu (17/09/2025)

Melalui kerja sama yang solid dan pendekatan yang inovatif, mereka berupaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran siswa, memastikan bahwa generasi muda dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan lebih baik.

Kegiatan belajar mengaji yang mereka adakan secara rutin ini tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga pada pemahaman makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran. Dengan metode pengajaran yang interaktif dan menyenangkan, Isran, Nurfitri, dan Rimi berhasil menarik minat siswa untuk belajar dan mendalami kitab suci umat Islam ini.

"Kami percaya bahwa kemampuan membaca Al-Quran adalah fondasi penting bagi pembentukan karakter dan pemahaman agama yang benar," ujar Isran Ramis saat ditemui di sela-sela kegiatan belajar mengaji. "Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi siswa-siswa kami."

Nurfitri Yeni menambahkan, "Kami sangat senang melihat antusiasme siswa dalam belajar Al-Quran. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan metode pengajaran yang lebih efektif dan relevan."

Rimi Herlis juga menyampaikan, "Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi siswa-siswa kami, tidak hanya dalam hal kemampuan membaca Al-Quran, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan akhlak yang mulia."

Kepala Madrasah Juharisman, S.Pd.I mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Isran Ramis, Nurfitri Yeni, dan Rimi Herlis. "Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan kerja keras Isran, Nurfitri, dan Rimi dalam membimbing siswa-siswa kami. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi generasi muda," tuturnya.

Dengan semangat yang tak kenal lelah, Isran Ramis, Nurfitri Yeni, dan Rimi Herlis terus berupaya untuk memberantas buta aksara Al-Quran di madrasah yang ada di gunung toar, menciptakan generasi muda yang cinta Al-Quran dan berakhlak mulia.(Mas)