Kuansing (Kemenag) Komitmen untuk mencerdaskan generasi muda dalam literasi Al-Qur’an kembali ditunjukkan oleh Isran Ramis, Penyuluh Agama Islam. Melalui program Penyuluh Bergerak, Isran melaksanakan kegiatan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di salah satu madrasah di wilayah Gunung Toar, Rabu (06/08/2025)
Kegiatan ini menyasar para siswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an. Dengan metode talaqqi dan pendekatan yang komunikatif, Isran membimbing para santri membaca huruf hijaiyah, memperbaiki makhraj, dan memahami kaidah tajwid dengan baik.
“Madrasah adalah tempat yang sangat strategis untuk membentuk generasi Qur’ani. Karena itu, penting bagi kami untuk hadir langsung membimbing mereka,” ujar Isran saat ditemui di lokasi kegiatan.
Para siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Mereka duduk melingkar sambil membawa mushaf Al-Qur’an masing-masing, mendengarkan dengan seksama arahan dan koreksi bacaan dari penyuluh.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari guru dan kepala madrasah yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian penyuluh agama dalam membantu peningkatan kualitas baca tulis Al-Qur’an di lingkungan madrasah.
Melalui kegiatan ini, Isran Ramis berharap tidak hanya memberantas buta aksara Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini, demi terbentuknya generasi berakhlak dan religius.(Mas)