0 menit baca 0 %

Istighfar: Kunci Pembuka Rezeki, Penyuluh Agama Islam Ajak Masyarakat Rutin Memohon Ampunan

Ringkasan: Bangkinang Kota ( Kemenag )---Istighfar bukan hanya sekadar permohonan ampun, tetapi juga menjadi kunci terbukanya pintu-pintu rezeki dan keberkahan hidup. Hal ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Bangkinang Kota, Srifinora, S.H.I., M.H., dalam kegiatan bimbingan rohani yan...

Bangkinang Kota ( Kemenag )---Istighfar bukan hanya sekadar permohonan ampun, tetapi juga menjadi kunci terbukanya pintu-pintu rezeki dan keberkahan hidup. Hal ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Bangkinang Kota, Srifinora, S.H.I., M.H., dalam kegiatan bimbingan rohani yang mengangkat tema “Istighfar: Kunci Pembuka Rezeki”. Jumat, 25/7/2025

Dalam penjelasannya, Srifinora menyampaikan bahwa Allah SWT telah menegaskan dalam Al-Qur’an betapa besar kekuatan istighfar dalam mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Nuh ayat 10–12:

 “Beristighfarlah kepada Tuhan kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan yang lebat atas kalian, memperbanyak harta dan anak-anak kalian.”

Ayat ini, lanjut Srifinora, menunjukkan bahwa istighfar bisa mendatangkan hujan, harta, keturunan — bentuk rezeki yang nyata dan luas.

Tak hanya sebatas materi, ia mengingatkan bahwa rezeki bisa berwujud kesehatan, keluarga yang salih, ketenangan hati, hingga kesempatan untuk terus berbuat baik.

 “Istighfar adalah kunci dari segala kebaikan. Bahkan dalam hadis Rasulullah ? disebutkan, barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” ujarnya, mengutip hadis dari HR. Abu Dawud.

Dalam penyampaiannya, Srifinora juga menekankan pentingnya mengucap istighfar dengan penuh kesungguhan. “Bukan hanya di bibir, tetapi lahir dari hati yang mengakui kesalahan dan berniat kuat untuk berubah. 

Sebelum mengakhiri bimbingan rohani, ia mengajak para peserta untuk membiasakan istighfar dalam keseharian mereka, bukan hanya saat menghadapi masalah.

 “Jangan remehkan istighfar. Di balik lafaz yang sederhana itu, tersimpan pintu-pintu langit yang terbuka, pertolongan dari Allah, dan rezeki yang melimpah,” tutupnya sambil mengutip QS. Al-Anfal ayat 33:

“Dan Allah tidak akan mengazab mereka, selama mereka terus beristighfar.”

Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat yang hadir. Banyak yang merasa tersentuh dan termotivasi untuk memperbanyak istighfar sebagai bagian dari rutinitas hidup mereka .( Fatmi/ Srifinora )