0 menit baca 0 %

Jadi Narasumber Kegiatan Manasik Haji, Staf Penye,Syariah Kemenag Bengkalis Beri Bekal Untuk Raih Kemabruran Pada JCH Nasabah dan Pegawai BRK Syariah

Ringkasan: Bengkalis (Inmas)-Staf Penyelenggara Syariah Kantor Kemenag Bengkalis Ustadz H  Muhammad Isya  hari ini menjadi narasumber  pada kegiatan pembekalan Jamaah Calon Haji (JCH) khusus nasabah dan pegawai BRK Syariah Bengkalis yang akan diberangkatkan dalam waktu dekat.Pembekalan  JCH tersebut dilaks...

Bengkalis (Inmas)-Staf Penyelenggara Syariah Kantor Kemenag Bengkalis Ustadz H  Muhammad Isya  hari ini menjadi narasumber  pada kegiatan pembekalan Jamaah Calon Haji (JCH) khusus nasabah dan pegawai BRK Syariah Bengkalis yang akan diberangkatkan dalam waktu dekat.


Pembekalan  JCH tersebut dilaksanakan pada Senin, 29 April 2024 di Masjid Jamik Kelapapati Laut Bengkalis.


Pada kesempatan ini H Muhammad Isya selain menyampaikan tentang alur pergerakan Jemaah pemberangkatan haji dalam pemaparan materinya juga memberikan beberapa  bekal Penting  untuk meraih kemabruran ibadah haji.


Pertama, bekal niat yang ikhlas. Niat ikhlas dan ketaqwaan tidak ada niat selain meraih ridha Allah, tidak tercampuri oleh riya’, sum’ah,  berbangga diri atau kesombongan.  “Untuk itu, haji harus dilaksanakan dengan tawadhu’, tenang dan khusyu’,” Jelasnya.


“Bekal terbaik bagi orang yang melaksanakan haji adalah bekal taqwa (bukan koper, uang atau makanan). Doa terbaik untuk orang yang akan berhaji adalah doa agar dibekali dengan taqwa,” lanjutnya.


Kedua, melaksanakan rukun, wajib, sunnah haji, dan menghindari semua larangan. Oleh karenanya setiap jamaah haji wajib memahami ilmu manasik. Sebab, kesuksesan sebuah amal bergantung terhadap ilmu.


“Sebab itu, waktu dan kesempatan yang ada sebelum datang masa Armuzna yang merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah dan Mina, menurutnya Ketiga tempat ini adalah tempat terjadinya puncak haji, untuk itu agar digunakan semaksimal mungkin untuk memperdalam ilmu manasik,”imbuhnya.


Ia juga mengajak selama masa tunggu, jemaah didorong untuk membaca buku manasik dan mengikuti Majlis Manasik yang diselenggarakan di masing masing hotel.


Bekal ketiga, menjaga diri dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, khususnya rofats (kata kotor), fusuq (perbuatan kotor) dan jidal (berkelahi atau berdebat). Ia mendorong jemaah mengisi seluruh rangkaian ibadah hajinya dengan banyak bersholawat dan berdzikir.


“Selama diperjalanan tidak boleh lupa bahwa dirinya sedang dan akan berhaji. Maka sepanjang perjalanan hendaknya selalu belajar manasik. Selain itu, selama melaksanakan haji tidak boleh lupa berdoa agar menjadi Haji Mabrur,” pungkasnya.


Setelah mendapat materi pembekalan ini di harapkan para Jamaah Calon Haji (JCH) dapat memahami dalam pelaksanaan ibadah haji dengan baik,  kemudian untuk Karom agar dapat melaksanakan tugas yang telah diberikan dengan penuh tanggung jawab, sehingga seluruh Jamaah dapat terlayani dengan maksimal dan seluruh keperluannya pun dapat terakomodir dengan baik.