0 menit baca 0 %

Jadi Narasumber, PAI Tekankan Pentingnya Kerukunan Antar Umat Beragama

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Sinaboi, Sanusi Hasibuan, menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kerjasama dalam mewujudkannya. Hal tersebut Ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam k...

Rokan Hilir (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Sinaboi, Sanusi Hasibuan, menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kerjasama dalam mewujudkannya. Hal tersebut Ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Kerukunan Antar Umat Beragama di Aula kantor Lurah Sinaboi Kota, Selasa (30/9/2025).

Dalam pemaparan materinya, Sanusi menjelaskan bahwa kerukunan umat beragama adalah prasyarat utama terciptanya kehidupan sosial yang damai, aman, dan tenteram. Ia menegaskan, tanpa kerukunan maka potensi konflik bisa muncul dan mengganggu keharmonisan masyarakat.

"Kerukunan adalah kebutuhan bersama. Kita hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang agama dan keyakinan. Jika tidak ada saling menghormati, kehidupan sosial kita akan rapuh," ungkap Sanusi.

Ia juga menekankan bahwa membangun kerukunan tidak bisa dilakukan secara sepihak. Semua pihak mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga harus ikut ambil bagian. Menurutnya, kerjasama lintas unsur menjadi kunci agar toleransi dapat tumbuh dengan kuat.

"Membangun kerukunan tidak bisa dilakukan secara sepihak. Namun melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga, harus ikut ambil bagian. Kerjasama lintas unsur inilah yang menjadi kunci agar toleransi dapat tumbuh dengan kuat," tegasnya.

Selain itu, Sanusi menyoroti pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Toleransi, katanya, bukan hanya sekadar menerima perbedaan, tetapi juga menghormati dan memberikan ruang bagi orang lain untuk beribadah dan menjalankan keyakinannya. 

"Moderasi beragama harus ditanamkan sejak dini agar kita terbiasa melihat perbedaan sebagai kekayaan, bukan ancaman," terangnya.

lebib lanjut, Sanusi mengajak untuk menghindari sikap fanatik berlebihan, ujaran kebencian, maupun tindakan diskriminatif yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia juga menyerukan agar pemuka agama dapat mengajak jemaah atau masyarakat memperkuat keimanan, karena menurutnya orang yang beriman pasti menjaga keharmonisan dan peduli sesama.

"Kita semua harus menghindari sikap fanatik berlebihan, ujaran kebencian, maupun tindakan diskriminatif yang dapat merusak persatuan. Fanatisme yang tidak pada tempatnya hanya akan menumbuhkan sekat dan kecurigaan di tengah masyarakat. Karena itu, saya mengajak para pemuka agama untuk terus mengarahkan jemaah agar memperkuat keimanan. Sebab, orang yang beriman sejatinya akan menjaga keharmonisan, mengedepankan sikap saling menghargai, serta peduli kepada sesama," jelas Sanusi.

Kegiatan sosialisasi yang dibuka secara resmi oleh Camat Sonaboi ini berjalan lancar dan penuh keakraban. 50 Peserta antusias mengikuti materi dan berharap nilai toleransi yang disampaikan dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta kedamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat. (SH/Humas)