0 menit baca 0 %

Jadi Narasumber, Sulman Ajak Cegah Pernikahan Dini

Ringkasan: Meranti (Kemenag) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pernikahan Dini, Rabu (4/9/2024) di Aula Kantor Bupati, Selatpanjang. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan edukasi k...

Meranti (Kemenag) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pernikahan Dini, Rabu (4/9/2024) di Aula Kantor Bupati, Selatpanjang. 

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi dan pernikahan dini bagi pemuda. 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Meranti Sulman turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut bersama beberapa perwakilan instansi lainnya. Tidak hanya itu, Sulman juga berkesempatan menjadi Narasumber tentang materi Dampak Pernikahan Dini.

Sulman membuka materinya dengan memaparkan Undang-Undang No.16 Tahun 2019 tentang Perkawinan.

"Pada aturan tersebut, dijelaskan bahwa batas usia minimal seseorang boleh menikah, berdasarkan Pasal 7 ayar (1) UU Perkawinan adalah diusia 19 tahun", jelas Sulman.

Lebih lanjut, Sulman menyampaikan bahwa pernikahan yang terjadi dibawah usia tersebut tidak diperbolehkan oleh undang-undang.

Sulman juga menjelaskan pernikahan dini juga dapat menyebabkan berbagai masalah baru yang timbul.

"Pernikahan yang tidak dipersiapkan dengan baik bisa meningkatkan resiko terjadinya beberapa kondisi, seperti masalah ekonomi, gangguan psikologis, juga masalah kesehatan seperti jika ibu masih sangat muda dan fisik yang belum matang maka kehamilan nenjadi lebih berisiko dan dapat membahayakan kondisi ibu dan janin", jelas Sulman.

Menutup materinya, Sulman juga mengajak peserta untuk berpartipasi mengambil peran sebagai agen cegah pernikahan dini.

Kegiatan tersebut juga dilaksanakan di tiga lokasi dalam Provinsi Riau, yakni Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai dan diikuti sebanyak 100 orang dari kalangan pelajar.  (In)