Tembilahan (Kemenag) – Para Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Reteh menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dengan menjalin koordinasi intensif bersama pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Reteh. Pertemuan yang berlangsung pada Senin, 21 Juli 2025, pukul 09.00 WIB ini, berfokus pada upaya deteksi dini dan pencegahan konflik beragama atau early warning.
Empat Penyuluh Agama yang hadir dalam koordinasi tersebut
adalah Mustafa, M. Yunus, Salis Masruri, dan Moh. Amin. Mereka disambut
langsung oleh Kapolsek Reteh, AKP Syahril, di Markas Polsek Reteh.
Mustafa, salah satu Penyuluh Agama, menjelaskan pentingnya
sinergi antara ulama dan aparat keamanan dalam memelihara stabilitas sosial.
"Sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat, kami merasa perlu untuk
terus berkoordinasi dengan Polsek Reteh. Tujuannya jelas, yakni untuk
bersama-sama mendeteksi potensi konflik sedini mungkin dan mengambil langkah
preventif agar tidak sampai terjadi gesekan antarumat beragama," ujarnya.
Senada dengan itu, Kapolsek Reteh, AKP Syahril, menyambut
baik inisiatif para Penyuluh Agama. "Kami sangat mengapresiasi kerja sama
ini. Peran Penyuluh Agama sangat vital dalam memberikan pemahaman keagamaan
yang moderat dan menyejukkan di tengah masyarakat. Dengan informasi dan masukan
dari para penyuluh, kami bisa lebih cepat tanggap dalam menetralisir isu-isu
yang berpotensi memecah belah kerukunan," kata AKP Syahril.
Koordinasi ini diharapkan dapat menjadi langkah proaktif
dalam memelihara harmoni sosial dan keagamaan di Kecamatan Reteh, memastikan
bahwa setiap potensi gesekan dapat diatasi secara cepat dan bijaksana. (Ria)