Rokan Hilir (Inmas) – Pada malam kesembilan Ramadhan, Selasa (18/03/2024), Penyuluh Agama IsIam kecamatan Tanah Putih, Ahmad Nawawi, SH mendapat amanah untuk mengisi jadwal ceramah bertempat di Masjid Al-Ikhlas kelurahan Banjar XII Polres Rokan Hilir.
Agenda ceramah dilakukan setelah pelaksanaan sholat Isya berjamaah tepatnya sebelum melanjutkan sholat sunat Tarawih dan Witir, dengan waktu ceramah lebih kurang 15 menit. Adapun judul ceramah yang sudah ditetapkan oleh pengurus masjid pada malam tersebut ialah tentang Qadha dan Fidyah Puasa.
Mengawali ceramahnya Nawawi menyampaikan ayat Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 184 yang artinya : (yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hari mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya dan puasamu itu lebih bak bagimu jika kamu mengetahui.
Berdasarkan ayat tersebut diterangkan bahwa syarat diwajibkannya mengqadha puasa Ramadhan adalah orang yang sanggup berpuasa namun terhalang karena aktivitas tertentu sesuai ketentuan Allah SWT, misalnya, sakit, perjalanan, atau haid bagi wanita. wajib mengganti puasa Ramadhan sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkan
Sedangkan untuk syarat Fidyah, kriteria orang yang bisa membayarnya di antaranya: Orang tua renta yang tidak memungkinkannya untuk berpuasa. Orang sakit parah yang kecil kemungkinan sembuh. Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri atau bayinya (atas rekomendasi dokter) wajib membayar tebusan (fidyah) yaitu memberi makan orang miskin.
“Dengan kemurahan Allah SWT kepada kita semua selaku umat muslim dan keberkahan puasa Ramadhan, kita ikut merasakan kesulitan saudara kita sekaligus mengajarkan kita indahnya bersedekah, karena didalam rezeki yang kita cari siang dan malam ada juga ada hak orang lain yang kurang mampu (miskin)" pungkas Nawawi.
Sebelum menutup ceramahnya Nawawi mendoakan agar semua Jamaah yang hadir dapat masuk dalam golongan umat manusia yang senantiasa bersyukur dan bertakwa kepada Allah SWT dimanapun mereka berada. Setelah agenda ceramah selesai, dilaksanakan sholat Tarawih dan Witir berjamaah. (Humas)