Dumai (Kemenag) - Dalam upaya
meningkatkan literasi Al- Qur'an di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam
(PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Sembilan kembali melaksanakan
program Berantas Buta Aksara Al- Qur'an di MIN 1 Kota Dumai. Selasa, 25 Februari
2025 pagi.
Kegiatan ini di bimbing oleh
Penyuluh Agama Islam yakni Ustadz Bakhtiar, yang mana bertujuan untuk
memberikan bimbingan membaca Al- Qur'an bagi siswa yang belum mampu membacanya
dengan baik dan benar.
Kegiatan ini berlangsung di
lingkungan sekolah dengan metode pembelajaran yang sistematis dan interaktif.
Para siswa dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan membaca Al- Qur'an
mereka, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. Materi yang
diberikan meliputi pengenalan huruf hijaiyah, tajwid, serta praktik membaca Al-
Qur'an dengan tartil.
Menurut Bakhtiar, program ini
merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman
keagamaan generasi muda. “Kami berharap dengan adanya program ini, siswa tidak
hanya mampu membaca Al- Qur'an dengan lancar, tetapi juga memahami nilai-nilai
yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MIN 1 Kota
Dumai Harianto menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digagas oleh para
penyuluh agama Islam ini. “Kami sangat mendukung program ini karena memberikan
manfaat besar bagi siswa kami. Dengan bimbingan yang intensif, diharapkan siswa
lebih percaya diri dalam membaca Al- Qur'an dan mengamalkan ajarannya dalam
kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Program Berantas Buta Aksara Al-
Qur'an ini telah mendapatkan respon positif dari siswa yang mengikutinya.
Banyak dari mereka yang awalnya kesulitan dalam mengenali huruf hijaiyah, kini
mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Ke depannya, program ini akan
terus dilaksanakan secara berkala dengan evaluasi dan peningkatan metode
pengajaran agar semakin efektif. Diharapkan, melalui program ini, tingkat
literasi Al- Qur'an di kalangan pelajar semakin meningkat dan mereka dapat
menjadi generasi yang berakhlak mulia serta memahami ajaran Islam dengan baik.
Dengan adanya inisiatif seperti
ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk mendukung pendidikan
agama yang lebih baik di kalangan generasi muda, khususnya dalam memahami dan
mengamalkan Al- Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. (Khoir/Arief)