0 menit baca 0 %

Jama ah Masjid Nurul Iman Simak Tausiah Ramadhan

Ringkasan: Pekanbaru (inmas), Memasuki malam ke-16 Ramadhan 1445 Hijriah/ 2024 Masehi, terlihat  jama ah masjid Nurul Iman yang beralamat di Jalan Cipta Karya Kelurahan Sialangmunggu Kecamatan Tuahmadani sedang menyimak tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh muballigh dari IKMI Kota Pekanbaru.

Pekanbaru (inmas), Memasuki malam ke-16 Ramadhan 1445 Hijriah/ 2024 Masehi, terlihat  jama ah masjid Nurul Iman yang beralamat di Jalan Cipta Karya Kelurahan Sialangmunggu Kecamatan Tuahmadani sedang menyimak tausiah Ramadhan yang disampaikan oleh muballigh dari IKMI Kota Pekanbaru. Senin (26/03/2024).

Adapun ustadz yang memberikan tausiah sesuai jadwal pada malam ke-16 ini adalah ustadz Muhammad Idris, S.Ag, M.Pd.I dengan judul Akhlak Menyikapi Khilafiyah .

Dalam pemaparannya ustadz menjelaskan arti dari khilafiyah yaitu Perbedaan pendapat, perbedaan pandangan atau sikap. Persoalan khilafiyah (perselisihan pendapat) bukanlah barang baru di era modern ini. tapi sudah ada sejak zaman dahulu. Seraya memberikan beberapa contoh; misalnya tentang Isa AS, Siapa Isa ? mereka (orang Yahudi dan Nasrani) beda pendapat, ada yang mengatakan Isa itu adalah Rasul, Isa itu anak Allah, Isa itu adalah  Allah. Ungkap Ustadz.

Contoh lain terkait dengan rezeki, ada yang bilang rezeki itu harus dicari, ada juga yang bilang rezeki itu datang sendiri,Lalu mana yang benar ? Seraya mengisahkan peristiwa antara murid dan guru yaitu pendapat imam Syafi I dan imam Malik.

Bagaimana akhlak menyikapi khilafiyah ini ? Pertama lapang dada (terima pendapat orang lain).Kedua : Saling menghormati dan menghargai perbedaan karena perbedaan itu adalah Rahmat. Ketiga: Minta Petunjuk Allah (QS.Alfatihah ayat 6), Keempat Kembalikan ia (persoalan tersebut) kepada Allah dan Rasulnya (qur an hadits).(idris)<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_240326_224209_314.sdocx-->