Pekanbaru (Kemenag), Memasuki malam ke- 9 Ramadhan 1446 H, Jema ah masjid Nurul Jadid Perumahan Delima Puri Kelurahan Delima Kecamatan Binawidya ramaikan tausiah Ramadhan. Hal ini terpantau ketika tim inmas hadir disana. Ahad (9/03/2025)
Bertugas sebagai penceramah yang memberikan tausiah pada malam tersebut adalah muballigh dari IKMI Kota Pekanbaru yaitu ustadz Muhammad Idris, S.Ag, M.Pd.I dengan judul Revitalisasi Iman .
Apa itu Revitalisasi ? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Revitalisasi adalah Proses, cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya kurang terberdaya. Sehingga revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan menjadi vital (penting). Terang Ustadz.
Sedangkan iman bermakna kepercayaan atau keyakinan. Iman menurut fiqih Islam berarti meyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. Tak cukup diucapkan dengan lisan saja, aku beriman sementara dihatinya tidak membenarkan apa yang imani. Itu namanya munafik, lain dimulut lain di hati. Lanjut Ustadz.
Pertanyaannya apa perlu iman itu kita revitalisasi ?. tanya ustadz kepada jama ah. Jawabannya perlu. Kenapa ? karena iman kita itu mengalami fluktuatif (perubahan),kadang naik kadang turun. Ada empat tipe iman. Pertama Iman yang selalu konstan/ tetap dimiliki oleh malaikat, kegua iman yang selalu meningkat dimiliki oleh nabi dan rasul, ketiga iman yang selalu turun dimiliki oleh syaitan dan keempat iman yang kadang-kadang naik dan kadang-kadang turun dimiliki oleh manusia.
Lalu bagaimana cara revitalisasi iman itu ? Agar iman kita meningkat caranya yaitu : Perbanyak zikir laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan selain Allah), Akrab dengan kita al-Qur an, Istiqomah dengan syariat Islam, Menjauhi perbuatan maksiat dan bergaul dengan orang yang sholeh. Tutup Ustadz.(Idris)