0 menit baca 0 %

Jangan Lupakan Sejarah Bangsa

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Untuk memupuk rasa cinta tanah air serta meredam berkembangnya paham sempit di tengah masyarakat, Sub bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Riau lakukan Pembinaan Kesadaran Hukum tentang Pendidikan Wawasan Kebangsaan bagi Siswa Madrasah pada beberapa sekol...

Pekanbaru (Inmas) – Untuk memupuk rasa cinta tanah air serta meredam berkembangnya paham sempit di tengah masyarakat, Sub bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Riau lakukan Pembinaan Kesadaran Hukum tentang Pendidikan Wawasan Kebangsaan bagi Siswa Madrasah pada beberapa sekolah di Provinsi Riau.

Menurut jadwal, Kasubbag Hukum dan KUB H Saifunnajar, Agus Saputra dan Saharudin melakukan pembinaan pada beberapa madrasah di Kota Dumai dan Rokan Hilir. Sementara H Husni dan Griven H Putera melakukan pembinaan pada siswa madrasah di kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis pada  2- 4 Maret 2016.

“Saat ini rasa kebangsaaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan di sebagian masyarakat Indonesia mengalami penurunan. Hal ini terbukti dengan munculnya berbagai paham dan aliran dalam masyarakat Indonesia yang ingin memisahkan diri dari NKRI,” kata Griven di depan siswa dan beberapa guru Ittihadul Muslimin Siak, Kamis (3/3).

“Rasa kebangsaan itu merupakan rasa memiliki yang tinggi serta bangga terhadap hasil karya budaya bangsa. Sedangkan Paham kebangsaan adalah sesuatu yang berkait kelindan dengan nasionalisme yang terimplementasi melalui empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Binneka Tunggal Ika,” lanjut Griven.

“Jadi, tujuan kita melakukaan pembinaan wawasan kebangsaan ini agar bangsa Indonesia ke depan semakin kuat, terjaganya sejarah Bangsa Indonesia, masyarakat terutama anak madrasah semakin mencintai NKRI serta  melakukan revitalisasi – reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. Selain itu juga untuk meredam berkembangnya paham sempit, paham kesukuan yang menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa. Kita tak ingin pemimpin masa depan Indonesia tidak mengetahui dasar Negara dan sejarah berdirinya Negara yang kita cintai ini. Adanya berita di televise beberapa waktu yang mengabarkan tentang adanya anggota DPRD yang tidak hapal Pancasila semoga tidak terjadi lagi,” tutur Griven.

“Untuk itu pelajar yang merupakan calion pemimpin masa depan harus mengaetahui dasar negaranya dan belajar akan sejarah bangsanya. Pelajarilah sejarah agar tak tergelincir di masa depan,” kata Griven mengutip pernyataan Proklamtor RI Soekarno.

Sementara H Husni di depan siswa Al Amin-Bengkalis menyampaikan bahwa semua anak bangsa jangan sampai tidak tahu dan tidak hapal dengan falsafah bangsanya, yaitu Pancasila. Untuk itu, beliau meminta beberapa peserta didik membaca butir-butir Pancasila tanpa teks serta menjabarkan sila demi sila tersebut.

Pihak sekolah, mulai peserta didik sampai beberapa tenaga pengajar menyambut gembira kegiatan hukum dan KUB Kanwil Kemenag Riau tersebut.

“Kita berterima kasih kepada pihak kanwil Kemenag yang melakukan kegiatan ini karena kegiatan dapat semakin membangkitkan semangat kita dan anak-anak untuk membangun dan mencintai Bangsa Indonesia ini,” Ujar Jamaludin yang merupakan Kepala Madrasah Ittihadul Muslimin Siak .

Sementara guru PKN Al Amin Kabupaten Bengkalis, Didik Santoso mengucapkan terima kasih kepada tim dari Kanwil Kemenag karena kegiatan ini menambah motivasi anak didik untuk mencintai NKRI. (ghp)