0 menit baca 0 %

JCH Meninggal Dibadalhajikan dan Sakit Disafariwukufkan

Ringkasan: Mekkah (MCH)- Terhadap Jamaah Calon Haji (JCH) yang sakit dan tua harus mendapat perhatian lebih dari jamaah lain dalam melaksanakan ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina). Karena untuk sampai ke lokasi, khususnya di Mina tidak semua pemondokan JCH dekat dengan tempat melontar.
Mekkah (MCH)- Terhadap Jamaah Calon Haji (JCH) yang sakit dan tua harus mendapat perhatian lebih dari jamaah lain dalam melaksanakan ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina). Karena untuk sampai ke lokasi, khususnya di Mina tidak semua pemondokan JCH dekat dengan tempat melontar. "Kalau masalah wukuf, dapat dilakukan di dekat perkemahan masing-masing, berbeda dengan saat di Mina, posisi harus dekat dengan tempat melontar," jelas PGS Kabid Haji Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Riau, Drs H Mahyuddin MA, Ahad (14/11). Sementara itu informasi dari Kemenag RI, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mensafariwukufkan jamaah yang sakit dan tidak kuat, jamaah yang wafat dan jamaah yang menggunakan alat bantu. Jumlah jamaah sakit saat ini ada sekitar 130 orang yang akan disafarikan, serta membadalhajikan 122 orang jamaah yang terdiri dari 102 orang jamaah yang wafat dan 20 orang yang tergantung alat bantu. Kepala Daker Mekkah, Cepi Supriyatna mengungkapkan sebanyak 130 jamaah menjalani safari wukuf. Nantinya mereka akan diberangkatkan Senin (15/11) sekitar pukul 14.00 waktu Arab Saudi. "Jumlah ini masih fluktuatif. Kemungkinan besar masih terus bertambah. Dari 130 jamaah, komposisinya 40 baring, 90 duduk," kata Cepi di kantor Misi Haji Indonesia, Mekkah, Ahad. Menurut dia nantinya mereka akan diangkut menuju arafah-muzdalifah-mina (armina) dengan menggunakan 15 ambulan, 2 koster dan 3 bus. Cepi menambahkan pihaknya juga membadalhajikan 122 jamaah. Masing-masing 102 jamaah yang meninggal dan 20 jamaah yang ketergantungan alat bantu. "Termasuk jamaah yang melahirkan," katanya. (msd/ mch makkah)