0 menit baca 0 %

Jelang Armuzna, Berikut Pesan Penting Ka. Kanwil Kemenag Riau

Ringkasan: Makkah (Kemenag) --- Puncak pelaksanaan ibadah haji yakni Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna akan berlangsung dari tanggal 5 9 Juni 2025 atau bertepatan dengan 9 13 Dzulhijjah 1446 H. fase ini sangat menentukan kesempurnaan ibadah haji para Jemaah haji.

Makkah (Kemenag) --- Puncak pelaksanaan ibadah haji yakni Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna akan berlangsung dari tanggal 5 – 9 Juni 2025 atau bertepatan dengan 9 – 13 Dzulhijjah 1446 H. fase ini sangat menentukan kesempurnaan ibadah haji para Jemaah haji. Menyikapi persiapan pelaksanaan puncak ibadah haji, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menyampaikan pesan penting kepada petugas dan jamaah haji Provinsi Riau.

“Menjelang pemberangkatan jema'ah ke Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) sejak Rabu, 04 Juni 2025 / 08 Dzulhijjah 1446 H, kami titipkan pesan penting kepada Bapak-Ibu sekalian, mengingat wukuf di Arafah adalah Rukun Haji. Haji itu Arafah, maka saya minta kita semua agar memperhatikan dan mengikhtiarkan beberapa hal, Petugas PPIH Kloter mengajak jema'ah untuk banyak-banyak beristighfar memohon ampun kepada Allah dan berdo'a untuk kesuksesan ARMUZNA, sebelum berangkat ke ARAFAH pada 8 Dzulhijjah tersebut”.

Muliardi juga mengatakan PPIH Kloter harus bisa memastikan seluruh jemaahnya di berbagai Kafilah Pemberangkatan, semua terangkut ke ARMUZNA. Dengan mempersiapkan pola komunikasi terbaik untuk menghandle hal tersebut.

“Selama di ARAFAH, tegaskan kepada  seluruh Jema'ah dilarang keluar tenda, sebagai ikhtiar menghindari teriknya Matahari dan tingginya suhu Arafah yg diprediksi mencapai 50 derajat Celcius, TPIHI  di upayakan membimbing dan memandu jema'ah dalam ber zikir/ dan berdoa”.

Dalam hal materi Khutbah Wukuf harus memuat narasi tentang kesyukuran atas penantian ibadah haji, muhasabah dan tidak bernarasikan kritisi terhadap pemerintahan Arab Saudi maupun pemerintah Indonesia dengan durasi khutbah 15-20 Menit.

“Sewaktu melonar jumrah, Jemaah diminta mengambil tempat melontar di jamaraat (Mina) menggunakan jalur Lantai 3, dan dilarang melintasi jalur bawah/lantai dasar dengan jadwal sesuai yang ditentukan petugas. Saya mendoakan kelancaran  pengkhidmatan tulus Bapak-Ibu Petugas Kloter dalam melayani Dhuyufurrahman ini, dibalas dengan keridhoan Allah SWT diberbagai aktifitas Bapak-Ibu kedepannya”.