0 menit baca 0 %

Jelang Idul Adha 1445 H, Kemenag Kepulauan Meranti Himbau Pastikan Kelayakan dan Kesehatan Hewan Qurban

Ringkasan: Meranti(Inmas)- Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Misyamto, S.Pd.I bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti lakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan qurban sebelu...

Meranti(Inmas)- Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Misyamto, S.Pd.I bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti lakukan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan qurban sebelum nantinya didistribusikan kepada masyarakat, Senin(3/6/2024).

Sebelum turun langsung melakukan pemeriksaan ke peternakan hewan qurban, juga telah dilaksanakan rapat persiapan dan pemeriksaan kesehatan hewan qurban Tahun 2024 di ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pemeriksaan kesehatan hewan qurban tersebut dilakukan agar hewan kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat menuhi syarat sah kurban baik dari segi kesehatan, kondisi fisik maupun usia, sehingga memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal.

Misyamto yang juga merupakan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menjelaskan bahwa pemeriksaan hewan tersebut dilaksanakan pada peternakan hewan lokal dan telah memenuhi kriteria juga dinyatakan sehat.

"Hewan qurban harus dalam keadaan sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) juga tidak cacat dan alhamdulillah setelah melakukan pemantauan dilapangan semua sapi dalam keadaan sehat dan memiliki surat kesehatan", ungkap Misyamto.

Lebih lanjut Misyamto juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan atau mengecek dokumen hasil pemeriksaan hewan ternak.

"Kepada masyarakat Kepulauan Meranti yang hendak berqurban dihimbau untuk memperhatikan beberapa kriteria hewan kurban yang dianggap layak untuk menjadi hewan kurban", himbau Misyamto. (In)