0 menit baca 0 %

Jelang Sholat Tarawih Berjamaah, Penyuluh Agama Islam Ajak Jamaah Tingkatkan Kekhusyukan Ibadah

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) - Memasuki malam ke 24 Ramadan 1446 H. Menjelang pelaksanaan sholat tarawih secara berjamaah. Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, Waliono berkesempatan memberikan tausiyah kepada jamaah Masjid Jami' Nurul A'la di Kepenghuluan Pedamaran, Ahad (23...

Rokan Hilir (Kemenag) - Memasuki malam ke 24 Ramadan 1446 H. Menjelang pelaksanaan sholat tarawih secara berjamaah. Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, Waliono berkesempatan memberikan tausiyah kepada jamaah Masjid Jami' Nurul A'la di Kepenghuluan Pedamaran, Ahad (23/3/2025).

Pada kesempatan tersebut Waliono mengajak jamaah untuk tingkatkan kekhusyukan ibadah, menjauhkan diri dari memikirkan perkara duniawi, apalagi dimalam sepuluh terakhir Ramadan sangat dianjurkan untuk memperbanyak Qiyamul lail

"Ibadah di bulan Ramadan adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita laksanakan dengan penuh kekhusyukan, saat sholat brrjamaah baik wajib maupun sunnah kita renungi setiap bacaan, dan menghayati makna setiap gerakan," ujar Waliono.

"Kekhusyukan adalah kunci utama dalam beribadah. Dengan khusyuk, insya Allah, kita akan merasakan ketenangan hati dan keberkahan Ramadan," tambahnya.

Beliau juga mengingatkan jamaah untuk menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kekhusyukan, seperti memikirkan perkara duniawi. berbicara dan ngobrol yang tidak penting, bermain ponsel, atau terburu-buru dalam gerakan salat.

Selain itu, ustaz Waliono juga mengajak jamaah untuk memperbanyak amalan-amalan lain di malam sepuluh terakhir Ramadan, seperti I'tikaf, membaca Al-Qur'an, berzikir, bersedekah, dan mempererat tali silaturahmi.

"Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjadi pribadi yang lebih baik, apalagi malam sepuluh terakhir ini, karena disitu terdapat malam lailatul Qadar, yang mana jika kita mendapatkan malam tersebut kita dicatat beribadah selama seribu bulan. mari kita raih kesempatan ini, jangan kita sia-aiakan," ujarnya.

Para jamaah pun menyambut baik ajakan para PAI. Mereka bertekad untuk melaksanakan Ibadah dengan penuh kekhusyukan dan memanfaatkan bulan Ramadan dan malam sepuluh terakhir dengan sebaik-baiknya.

"Tausiyah dari penyuluh agama sangat bermanfaat bagi kami. Semoga kami bisa melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk dan mendapatkan keberkahan Ramadan," ujar Sutripto salah seorang jamaah. (Humas).