Kampar (Humas) - Proses Belajar Mengajar di berbagai lembaga pendidikan telah berlangsung, termasuk juga MDTA-MDTA yang ada di Kabupaten Kampar. Untuk tujuan agar satu komando, Kasi PD Pontren H.Ahmad Fadhli, SH MM mengundang seluruh Ketua MK2MDT Kecamatan dan Pengurus MK2MDT Kabupaten Kampar dengan agenda membahas Persiapan Pelaksanaan Ujian Semester Genap MDTA Kelas 1 s.d 4, Ujian Akhir Madrasah (UAM) Kelas 4 MDTA, dan Pembentukan Tim Penyusunan Kisi-Kisi dan Soal Ujian, serta Penetapan Jadwal Libur Bulan Ramadhan 1445 H.
Didampingi oleh Ketua MK2MDT Kabupaten Kampar Jasdion, S.Ag dan Analis Kelembagaan pada Seksi PD Pontren Usman, S.Ag, rapat dimulai pukul 09.30 WIB s.d selesai di Aula Mini Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar pada Kamis (22/2/2024).
Pertama-tama, Fadhli menyampaikan untuk membahas penetapan jadwal / tanggal ujian dan hari libur semester terlebih dahulu sebelum membahas hal lainnya lebih mendetail. Jadwal libur diperkirakan dimulai dari tanggal 9 Maret hingga 21 April 2024. Sementara untuk jadwal Ujian Akhir Sekolah (UAS) Kelas 4 direncanakan dimulai pada tanggal 29 April 2024. Dan untuk Ujian Akhir Madrasah (UAM) pada tanggal 6 Mei 2024.Â
Diskusi dan tanya jawab antara peserta rapat saling silih berganti mengenai penetapan tanggal-tanggal ujian. Hal ini berkaitan dengan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya tentang bentrok jadwal ujian sekolah umum anak-anak MDTA. Meskipun tanggal perkiraan sudah di satu suarakan, namun keputusan final tetap akan melihat dan mengacu pada kalender akademik.
"Disamping itu, saya juga meminta kepada tim pembuat soal untuk menelisik soal-soal ujian dengan lebih teliti. Jangan sampai setelah dicetak dan disebarkan ke kecamatan-kecamatan, ada saja kendala-kendala seperti soal yang double, dan lain-lain" jelas Fadhli.
Sebelum beranjak ke pembahasan mendetail lainnya yang akan dipimpin oleh Ketua MK2MDT Jasdion, S.Ag, Analis Kelembagaan Usman, S.Ag juga menginformasikan di awal perihal pendataan MDTA di Aplikasi EMIS. "Dari 517 MDTA yang ada di Kabupaten Kampar, masih ada 314 MDTA yang belum menyelesaikan EMIS nya. Ada baiknya kita mengantisipasi jikalau EMIS akan menjadi persyaratan untuk kita mengajukan bantuan-bantuan operasional MDTA nantinya" pungkas Usman. (Cicy/Fatmi/Agus)