Kuansing (Kemenag) Jumat (01/08/2025) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Jubardi, S.Pd.I, kembali menunjukkan dedikasi dalam pembinaan generasi muda dengan memberikan pendampingan baca Al-Qur'an menggunakan metode Iqro’ kepada para siswa di SMP Pulau Kulur, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.
Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Agustus 2025, sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan yang rutin dilakukan oleh Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kuantan Hilir Seberang. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan para pelajar terhadap Al-Qur'an sejak dini, sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan tartil dan benar sesuai tajwid.
Dalam pelaksanaannya, Jubardi memberikan bimbingan intensif kepada para siswa dengan pendekatan yang ramah dan menyenangkan, menggunakan metode Iqro’ yang dikenal efektif bagi pemula dalam mempelajari huruf hijaiyah dan teknik membaca Al-Qur’an. Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sumber nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui metode Iqro’, siswa dapat belajar membaca Al-Qur'an secara bertahap, mulai dari mengenal huruf hingga membaca ayat-ayat pendek. Ini menjadi bekal awal agar mereka bisa lebih mencintai dan memahami isi Al-Qur’an,” ujar Jubardi saat ditemui usai kegiatan.
Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mengaku senang karena pembelajaran dilakukan secara interaktif dan penuh semangat. Kepala SMP Pulau Kulur juga menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap agar pendampingan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Agama, khususnya kepada Bapak Jubardi yang telah hadir langsung dan membimbing siswa kami. Semoga dengan bimbingan ini, para siswa lebih terampil dan rajin membaca Al-Qur'an,” ujar Kepala Sekolah.
Kegiatan ini sejalan dengan misi Kementerian Agama untuk meningkatkan literasi Al-Qur'an di kalangan generasi muda serta mendukung program moderasi beragama di tengah masyarakat. Diharapkan melalui kegiatan semacam ini, siswa tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
( JBR )