0 menit baca 0 %

Julianus : Tugas Gereja adalah Membawa Kabar Sukacita

Ringkasan: Pekanbaru, 19/4 (Humas)- Dalam konsep kekristenan ada beberapa dasar filosofi yang perlu disimak dan diterapkan dalam kaitannya tentang kerukunan umat beragama di bumi ini. Filosofi ini sesungguhnya menjadi pandangan hidup dalam masyarakat Kristen umumnya.
Pekanbaru, 19/4 (Humas)- Dalam konsep kekristenan ada beberapa dasar filosofi yang perlu disimak dan diterapkan dalam kaitannya tentang kerukunan umat beragama di bumi ini. Filosofi ini sesungguhnya menjadi pandangan hidup dalam masyarakat Kristen umumnya. Sendi filosofi ini dapat menjadi pengait dalam membangun kerukunan yang didambakan. Filosofi kerukunan tersebut yaitu manusia adalah imagodei, kasih adalah dasar yang fundamental, lawan yang sesungguhnya, dan agen ‘syaloom’. Demikian disampaikan Sekum PGRI Riau Pdt. Julianus Ginting STh dalam menyampaikan materi tentang kerukunan umat beragama dalam perspektif agama kristen di Hotel Sri Indrayani, Rabu 14 April 2010. Maksud dari manusia adalah imagodei yaitu manusia itu diciptakan segambar dengan Allah (Imagodei). Manusia diciptakan tuhan dari debu tanah dan ia menaroh roh dalam diri manusia. Sedangkan Kasih adalah dasar yang fundamental yang berarti kasih merupakan intisari dari iman dan pengajaran dalam kekristenan. Sesunguhnya dalam kasih telah termaktub semua hukum tuhan, kasih merupakan inti sari credo yang yesus ajarkan. Secara tegas kitab suci mengajarkan bahwa lawan yang sesungguhnya bukanlah yang berdarah dan berdaging. Lawan yang sebenarnya adalah ‘penghulu-penghulu di udara, penguasa-penguasa kegelapan’ yaitu roh-roh jahat. Dalam paham imam Kristen salah satu tugas gereja adalah membawa kabar sukacita dan melayani dengan kasih, secara tak langsung dipercayai bahwa gereja menjadi agen syalom dibumi ini. Gereja harus mengalirkan damai sejahtera (syalom) kemasyarakatnya, jelas Julianus (js)