0 menit baca 0 %

Jusniwati Sampai kan Kisah Sahabat Bakar Semangat Siswa dalam Menuntut Ilmu

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Jusniwati, terus melaksanakan program rutin pemberantasan buta aksara Al-Qur an di SMA Negeri 2 Sentajo Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur an di kalangan generasi...

Kuansing (Kemenag)— Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Jusniwati, terus melaksanakan program rutin pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di SMA Negeri 2 Sentajo Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan generasi muda serta menanamkan semangat mencintai kitab suci sejak dini. Jumat 8 Agustus 2025.

Dalam penyampaiannya, Jusniwati memotivasi para siswa untuk tidak malas dalam belajar membaca Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa mempelajari Al-Qur’an adalah amalan mulia yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dan para sahabat.

"Rasulullah SAW dan para sahabat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Jangan malas belajar, karena setiap huruf yang kita baca mengandung pahala dan keberkahan. Semangatlah, karena ini bukan hanya belajar, tetapi juga ibadah,” ujar Jusniwati di hadapan para siswa.

Program ini dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan, mencakup pembelajaran membaca Al-Qur’an dari tingkat dasar hingga perbaikan tajwid bagi siswa yang sudah lancar membaca. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah yang menilai program ini sangat bermanfaat bagi pembinaan karakter dan akhlak peserta didik.

Dengan adanya pembinaan rutin ini, diharapkan para siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memahami isinya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

KUA Kecamatan Sentajo Raya berkomitmen untuk terus memperluas program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di berbagai sekolah dan masyarakat, demi terwujudnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.(RDW)