0 menit baca 0 %

Jusniwati Sampaikan Tausiyah: Kaburkan Matamu pada Rezeki Orang Lain dan Bersyukurlah atas Rezeki Sendiri

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam rangka membina dan memperkuat spiritualitas pegawai, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya mengadakan kegiatan Pembinaan Mental Rohani yang dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula KUA Sentajo Raya dan dihadiri oleh Kepala KUA Sentaj...

Kuansing (Kemenag) — Dalam rangka membina dan memperkuat spiritualitas pegawai, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya mengadakan kegiatan Pembinaan Mental Rohani yang dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula KUA Sentajo Raya dan dihadiri oleh Kepala KUA Sentajo Raya, Rindra Febrian, S.Fil.I., M.H., para penghulu, pengawas, penyuluh, serta seluruh staf kantor.

Sebagai penceramah dalam kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Fungsional Jusniwati, S.Ag menyampaikan tausiyah bertema: “Kaburkan Matamu pada Rezeki Orang Lain dan Bersyukurlah atas Rezeki Sendiri.”

Dalam penyampaiannya, Jusniwati mengangkat pentingnya menjaga hati dari rasa iri terhadap rezeki orang lain serta memperkuat sikap syukur dalam menjalani kehidupan. “Dalam hidup, kita tidak akan lepas dari rasa kecewa. Namun, jika dibiarkan berlarut-larut, rasa kecewa bisa menjadi penyakit hati yang mengganggu kesehatan jiwa dan pikiran. Salah satu cara yang paling ampuh untuk mengatasi kekecewaan adalah dengan bersyukur,” jelasnya.

Ia menambahkan, bersyukur menjadikan hati dan pikiran lebih tenang serta dapat mengurangi beban hidup. Dalam tausiyahnya, Jusniwati juga mengutip sabda Rasulullah SAW dari hadits Ibnu Abbas, yang berbunyi:

 “Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu olehnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.”

(HR. Bukhari)

Hadits ini mengingatkan pentingnya menyadari dan mensyukuri nikmat hidup, terutama nikmat kesehatan dan waktu luang yang seringkali dilupakan.

Setelah tausiyah selesai, Kepala KUA Sentajo Raya, Rindra Febrian, memberikan arahan dan pembinaan kepada seluruh pegawai, menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan spiritual dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini ditutup dengan doa yang dipandu oleh Ustaz Parlindungan, menambah kekhusyukan suasana dan menegaskan harapan agar seluruh pegawai senantiasa diberi kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan amanah.

Kegiatan pembinaan mental ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai sarana memperkuat karakter, integritas, dan spiritualitas pegawai KUA dalam mengabdi kepada umat dan bangsa.(RDW)