0 menit baca 0 %

Jusniwati: Semangat dan Sungguh Sungguh ikuti Pembinaan dan Pelatihan

Ringkasan: kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Jusniwati, menyatakan tekadnya untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh kegiatan Pelatihan Pembinaan Da i dan Da iyah yang diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Ka...

kuansing (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Jusniwati, menyatakan tekadnya untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh kegiatan Pelatihan Pembinaan Da’i dan Da’iyah yang diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi. Kamis 7 Agustus 2025 Aula Kementerian Agama Kabupaten kuantan Singingi.

Pelatihan yang berlangsung di aula Kemenag Kuantan Singingi ini menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Fakhri, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, yang didampingi oleh H. Bahrul Aswandi, M.H., Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kuantan Singingi.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Fakhri menekankan bahwa seorang da’i dan da’iyah harus memiliki kompetensi dakwah yang baik, wawasan keislaman yang mendalam, serta kemampuan komunikasi yang efektif untuk membimbing umat di tengah perkembangan zaman. “Da’i adalah garda terdepan dalam membina masyarakat. Keilmuan dan keteladanan mereka akan menjadi cermin bagi umat,” ujarnya.

Jusniwati mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan kualitas diri dalam berdakwah. “Saya bertekad mengikuti pelatihan ini dengan penuh kesungguhan, demi memperluas wawasan dan keterampilan dalam menyampaikan ajaran Islam secara tepat dan menyentuh hati,” katanya.

Kasi Bimas Islam Kemenag Kuantan Singingi, H. Bahrul Aswandi, M.H., turut mengapresiasi semangat para peserta. Ia berharap, para da’i dan da’iyah yang mengikuti pelatihan dapat menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat dan terus menjaga semangat dakwah yang santun, sejuk, dan mencerahkan.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang membahas strategi menghadapi tantangan dakwah di era digital serta metode membina jamaah dengan pendekatan yang adaptif dan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah.(RDW)