0 menit baca 0 %

Jusniwati Tekun Penyuluhan Rutin Berantas Buta Aksara Al-Qur an

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Upaya memberantas buta aksara Al-Qur an terus digencarkan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya. Salah satunya dilakukan oleh Ibu Jusniwati, Penyuluh Agama Islam yang dengan penuh dedikasi melaksanakan program penyuluhan rutin di SMK Negeri 1 S...

Kuansing (Kemenag) Upaya memberantas buta aksara Al-Qur an terus digencarkan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya. Salah satunya dilakukan oleh Ibu Jusniwati, Penyuluh Agama Islam yang dengan penuh dedikasi melaksanakan program penyuluhan rutin di SMK Negeri 1 Sentajo Raya.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman keagamaan generasi muda, khususnya para siswa yang masih memiliki keterbatasan dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur an. Dalam setiap pertemuan, Jusniwati dengan sabar membimbing siswa secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, tajwid, hingga kelancaran membaca ayat-ayat suci Al-Qur an.

Menurut Jusniwati, pemberantasan buta aksara Al-Qur an di kalangan pelajar sangat penting agar mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki dasar keagamaan yang kuat. Kami berharap siswa-siswi di SMK Negeri 1 Sentajo Raya tidak hanya unggul dalam bidang keterampilan, tetapi juga mampu membaca dan memahami Al-Qur an dengan baik sebagai pedoman hidup, ujarnya.

Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, S. Fil. I, M.H., memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Jusniwati. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama di sekolah menjadi bagian nyata dari peran Kementerian Agama dalam membina masyarakat, khususnya generasi muda. Penyuluh agama adalah garda terdepan dalam membumikan Al-Qur an. Semoga semangat Ibu Jusniwati ini dapat menginspirasi penyuluh lainnya, tegasnya.

Program ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya menyampaikan bahwa penyuluhan rutin tersebut sangat membantu sekolah dalam membentuk karakter religius siswa. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut agar semakin banyak siswa yang terbebas dari buta aksara Al-Qur an.

Dengan semangat kebersamaan antara KUA, sekolah, dan masyarakat, diharapkan gerakan memberantas buta aksara Al-Qur an di Sentajo Raya dapat semakin meluas, sehingga tercipta generasi Qur ani yang berakhlak mulia, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan zaman.(RDW)