Kuansing (Kemenag)— Sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan literasi keagamaan di kalangan pelajar, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Jusniwati, melaksanakan Program Berantas Buta Aksara Al-Qur’an di SMK Negeri 1 Sentajo Raya, Senin (28/07/2025).
Kegiatan ini menyasar para siswa yang masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an, khususnya dalam mengenal huruf hijaiyah dan memperbaiki bacaan tajwid. Jusniwati memimpin sesi penyuluhan dengan penuh kesabaran dan semangat, memberikan bimbingan langsung secara bertahap kepada siswa-siswa yang membutuhkan pendampingan intensif.
Dalam arahannya, Jusniwati menyampaikan pentingnya semangat dan ketekunan dalam belajar Al-Qur’an sebagai bekal hidup dunia dan akhirat. Membakar semangat Siswa.
 “Jangan malu belajar Al-Qur’an meski dari dasar. Yang penting adalah niat tulus dan usaha sungguh-sungguh. Allah akan memudahkan siapa saja yang bersungguh-sungguh dalam menempuh jalan ilmu,” ujar Jusniwati memberi semangat kepada para peserta.
Ia juga menekankan bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga merupakan sarana pembinaan akhlak dan pembentukan karakter generasi muda Islam. Dengan menguasai Al-Qur’an, siswa diharapkan memiliki nilai-nilai moral yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Program ini disambut dengan antusias oleh pihak sekolah. Para guru menyampaikan apresiasi atas kepedulian KUA Sentajo Raya dalam mendukung pendidikan karakter berbasis keagamaan. Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya Emrizarti, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa, khususnya dalam membangun pondasi spiritual yang kokoh di tengah arus digitalisasi dan pengaruh global.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat. Para siswa yang mengikuti penyuluhan tidak hanya mendapatkan pembelajaran teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga mendapatkan motivasi rohani dan dorongan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui Al-Qur’an.
Menutup kegiatan, Jusniwati mengajak siswa untuk melanjutkan pembelajaran Al-Qur’an secara mandiri maupun bergabung dengan TPQ di lingkungan masing-masing. Ia juga menyampaikan bahwa KUA Sentajo Raya siap mendukung kegiatan lanjutan yang berkaitan dengan pembinaan keagamaan di sekolah-sekolah.
Program ini menjadi bagian dari gerakan kolektif KUA Sentajo Raya dalam mendukung Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an, dengan harapan dapat melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, santun, dan berakhlakul karimah.(RDW)